Terlantar, 9 anak pengidap HIV/AIDS di Solo akan ditampung
Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menampung sembilan anak penyandang HIV/AIDS yang saat ini terlantar. Pejabat Wali Kota Solo, Budi Suharto, mengakui pihaknya kecolongan atas keberadaan mereka yang sempat terkatung-katung.
"Mestinya mereka menjadi tanggung jawab Pemkot. Namun sayangnya, keberadaan mereka tidak terpantau dan terabaikan. Kami menyiapkan pondok boro di daerah Minapadi, Nusukan, Banjarsari, Solo, untuk menampung mereka," kata Budi kepada wartawan, Selasa (8/12).
Budi mengaku kecolongan dengan keberadaan 9 anak penderita HIV/AIDS yang tidak terpantau. Dia menyalahkan kinerja Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dianggap masih rendah.
"Sosialisasi ke masyarakat masih rendah, sehingga terjadi penolakan warga di Kelurahan Bumi maupun Kedunglumbu," ucap Budi.
Menurut Budi, selama ini KPA hanya fokus pada pemeriksaan kesehatan atau pencegahan. Sehingga melupakan penanganan terhadap penderita HIV/AIDS. Kejadian ini, kata dia, menjadi bahan introspeksi Pemkot dan KPA dalam menangani kasus HIV/AIDS. Dia melanjutkan, akan segera memanggil KPA dan meminta pertanggungjawaban atas kejadian ini.
Kendati demikian, Budi juga mengakui kesalahan pemkot terkait terlantarnya sembilan anak pengidap HIV/AIDS itu. Sebagai upaya melindungi anak-anak penyandang HIV/AIDS ini, Pemkot akan menampung mereka.
"Kami tidak ingin anak-anak tersebut terlantar dan terabaikan. Mereka akan kami tampung di Pondok Boro, sebagai lokasi penampungan sementara. Pemkot akan mencari lokasi yang tepat bagi keberadaan anak-anak tersebut," tutup Budi. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya