Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terlalu sederhana moralitas diserahkan Kemenag

Terlalu sederhana moralitas diserahkan Kemenag Korupsi. meedeka.com

Merdeka.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menilai, korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama menunjukkan rusaknya moralitas di setiap unsur pemerintahan. Harusnya Kemenag menjadi pertahanan moralitas bangsa.

"Saya justru melihat sebaliknya, karena korupsi Alquran di Kemenag menyadarkan bahwa perlu hati-hati melihat persoalan semacam ini. Di mana moralitas terlalu sederhana kalau hanya diserahkan kepada Kemenag," kata Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, Jaleswari Pramordhawadani kepada wartawan di DPR, Senayan Jakarta, Jumat (6/7).

Jaleswari berpendapat terbongkarnya kasus Alquran tidak perlu ditanggapi secara reaktif. Meski Alquran merupakan kitab suci, esensi korupsi harus disamaratakan dengan korupsi pada bidang lain.

"Sebab korupsi tetap korupsi, mau itu bentuknya Alquran, berwujud Alutsista (alat utama sistem persenjataan), atau alat-alat kesehatan, dan dana untuk orang miskin," katanya.

Selain itu, korupsi Alquran dapat membuka masyarakat, mengetahui wajah asli pemerintahan saat ini. Korupsi menjadi komiditas yang perlu dilestarikan, dan sudah sistemik di setiap lapisan pemerintah.

"Ini sebetulnya refleksi dari masyarakat, banyak yang melihat tugas dan fungsi Kemenag terlalu banyak. Padahal, sama saja dengan kementerian lain yang ternyata memiliki korupsi yang bahkan lebih tinggi," pungkasnya.

Walaupun korupsi dengan melibatkan Alquran hanya bentuk lain saja. Ini harus dilihat sebagai bentuk kejahatan yang sistemik, masif dan merusak hidup rakyat banyak. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP