Terduga teroris tangkapan Densus 88 penjual gado-gado & bekas PNS
Merdeka.com - Salah satu terduga teroris yang diamankan oleh Densus 88 adalah Achmad Ridlo Widjaya (40), Warga Perumahan Griya Permata Alam (GPA) Blok JM Nomor 7 RT 7 RW 11.
Ayah dua anak tersebut adalah mantan Pengawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang. Ridlo dipecat dan sekarang berjualan gado-gado di Pasar Karangploso.
"Sehari-hari Pak Ridlo berjualan gado-gado di Pasar Karangploso. Beliau pernah bekerja sebagai PNS di Dishub tapi sudah keluar," kata Widji, Ketua RT 07/ RW 11 Perumahan Griya Permata Alam (GPA) saat ditemui di rumahnya Jumat (19/2) malam.
Widji tidak mengetahui penyebab Ridlo keluar sebagai PNS, namun diperkirakan karena faktor indisipliner. Dia juga lupa tidak tahu kapan pastinya keluar dari PNS.
Widji mengaku sempat bertemu Ridlo sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu mengaku kehabisan Elpiji dan akan keluar ke toko depan rumah.
"Itu terakhir bertemu. Setelah itu langsung banyak polisi di depan rumah sekitar pukul 19.30 WIB. Tetapi Pak Ridlo sudah tidak ada," katanya.
Ridlo tinggal bersama istri dan anaknya yang masih berusia 5 tahun. Mereka sudah sekitar 6 tahun tinggal di Perumahan GPA. Ridlo diketahui berasal dari Kalimatan.
Ridlo diduga ikut diamankan di Jalan Raya Ngijo oleh Densus 88, sebelum kemudian diperiksa. Sempat terjadi kejar-kejaran dan tembakan peringatan sebelum kemudian diringkus.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya