Terduga teroris Majalengka berperan sebagai perakit bom
Merdeka.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri menangkap terduga teroris Rio Priatna Wibawa (RPW) di Majalengka pada Rabu (23/11) lalu. Anggota jaringan Bahrun Naim ini diketahui memiliki peran sebagai perakit bom.
"Densus 88 telah berhasil tangkap seseorang inisial RPW di Majalengka. Yang bersangkutan adalah kaitan kelompok Bahrun Naim, RPW ini coba membuat ramuan bahan kimia menghasilkan struktur bahan kimia yang bisa menghasilkan bom," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Gedung Humas Polri, Jakarta, Jumat (25/11).
Densus mengamankan beberapa bahan peledak khususnya bahan kimia dari tangan RPW. Menurut Rikwanto, bahan-bahan peledak yang diamankan Densus mampu menghasilkan ledakan yang cukup dahsyat.

"Nanti dikombinasi saja tinggal ditambah booster paku dan baterai akan jadi bom yang cukup dahsyat tinggal volumenya saja," ujar dia.
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri menangkap seorang laki-laki bernama Rio Priatna Wibawa (RPW) (24) karena diduga terlibat jaringan terorisme. RPW ditangkap di Desa Girimulya RT 003 RW 005, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka.
RPW yang merupakan warga kelahiran Majalengka itu diketahui belum bekerja. Menurut Boy, RPW merupakan jaringan kelompok teroris Bahrun Naim. Dari hasil penggeledahan di rumahnya, polisi menyita sejumlah alat bukti yang berkaitan dengan aksi terorisme.

Di antaranya, kristal warna cokelat dalam tempat penyimpanan makanan yang diakui RPW sebagai DNT. Selain itu, anggota Densus 88 juga menemukan bahan-bahan pembuat bom lain di antaranya, asam ningrat, asal sulfat, air raksa, pupuk urea dan gelas kimia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya