Terdengar suara rintihan dari kamar tempat pembunuhan Arini
Merdeka.com - Usai membunuh istri keduanya, Arini (39), AM (45) terus dihantui rasa bersalah. Bahkan, pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang itu didatangi korban dalam mimpinya.
AM mengatakan, mimpi tersebut masuk ke dalam tidurnya selama dua malam berturut-turut. Dalam mimpi itu, korban mendatanginya sambil mengacungkan sebilah pedang.
"Jadi takut, mimpinya begitu terus. Dia (korban) bawa pedang, kayak mau bunuh saya," ungkap AM usai prarekonstruksi di penginapan Pipit di Jalan Pipit I, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Rabu (30/3).
Selain dihantui dalam mimpi, tersangka juga merasa selalu diikuti orang sejak kejadian. Bahkan saat berdagang, tersangka juga selalu ketakutan.
"Habis bunuh itu pulang saja, tapi merasa ada yang ngikuti terus," kata dia.
Sementara pengelola penginapan Pipit Palembang, Helda mengatakan, sejak kejadian tempat itu menjadi seram. Peristiwa menakutkan terjadi pada malam usai kejadian, tepatnya pada Senin (28/3) malam.
Pada malam itu sekitar pukul 24.00 WIB, terdengar suara rintihan dari kamar 11, tempat korban terbunuh. Namun, pengelola tidak berani mendekat dan memilih tidak tidur semalaman.
"Ya ada merintih begitu, kayak minta tolong atau kesakitan. Pas malam itu gerimis, jadi tambah seram, kami tidak tidur malam itu," kata Helda.
Mendapat nasihat dari orang pintar, pengelola menyiram bagian dalam kamar itu dengan air bunga dan wewangian. Alhasil, peristiwa menakutkan itu tak lagi terulang.
"Kalian tadi kan lihat ada bunga-bunga, itu kami pasang. Lampu di sana juga tidak pernah dimatiin lagi," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya