Terdampak Covid-19, Stok Darah di Purbalingga Minim
Merdeka.com - Terdampak Covid-19, stok darah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah minim. Stok darah di PMI tinggal 82 kantong. Minimnya stok darah ini karena banyak sekolah, perbankan, organisasi kemasyarakatan yang membatalkan kegiatan donor darah sejak pandemi Covid-19.
Humas UTD PMI Cabang Purbalingga, Kukuh Cahya Urip mengatakan biasanya UTD memiliki stok darah aman minimal untuk tiga hari ke depan. Saat ini stok yang ada hanya sampai 2 hari ke depan.
"Setiap hari rata-rata permintaan darah kurang lebih sebanyak 30 kantong. Stok hari ini hanya ada 82 kantong," ungkapnya.
Kukuh menuturkan, pihaknya sangat terbuka bagi para pendonor yang datang langsung ke UTD PMI. Masyarakat yang biasa donor bersama komunitasnya, saat ini bisa datang langsung ke UTD. Proses pengambilan darah, ia yakinkan dilakukan dengan mempedomani SOP penanganan Covid-19.
"Pelaksanaan donor darah tetap aman, karena menggunakan SOP untuk Covid-19," jelasnya.
Dari data persediaan darah di UTD PMI Purbalingga per 15 April 2020, stok darah golongan A sebanyak 34 kantong, golongan B sebanyak 31 kantong, golongan O sebanyak 12 kantong dan golongan AB sebanyak 5 kantong.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mendorong seluruh masyarakat Purbalingga yang biasa mendonorkan darahnya dan memenuhi syarat, untuk segera donor. Pasalnya, semenjak adanya pandemi Covid-19 Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Cabang Purbalingga kekurangan stok darah.
Ajakan ini disampaikan bupati Tiwi saat dirinya sedang melakukan donor darah di UTD PMI Cabang Purbalingga, Rabu (15/4). Minimnya stok darah di UTD PMI Cabang Purbalingga lebih disebabkan karena banyak organisasi ataupun lembaga masyarakat yang membatalkan pelaksanaan donor, akibat adanya pandemi Covid-19. Terlebih adanya himbauan dari pemerintah untuk tetap dirumah, dan menghindari kerumunan.
"Banyak lembaga yang semestinya dan rutin menggelar donor darah, namun membatalkan," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya