Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tercemar limbah industri, Sungai Cilamaya dan Bendung Barugbug sebabkan bau menyengat

Tercemar limbah industri, Sungai Cilamaya dan Bendung Barugbug sebabkan bau menyengat Sungai Cilamaya dan Bendung Barugbug. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Bendungan Barugbug di Desa Situdam, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang diduga tercemar limbah industri yang berasal dari hulu sungai Cilamaya. Bendungan yang dibangun pada tahun 1949 untuk mengairi lahan pesawahan seluas kurang lebih 2.926 Ha membentang antara Kecamatan Jatisari, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, kondisinya sangat menghawatirkan selain bau juga warna air sungai hitam pekat.

Kondisi itu dikeluhkan warga, pasalnya mulai menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas harian warga. Bahkan bau tersebut semakin parah sejak sepekan terakhir.

"Mutu air yang kondisinya sangat memprihatinkan, air berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat, jelas hal itu sangat berbahaya terhadap lingkungan hidup dan manusia," kata Randi (30) warga setempat, Sabtu (14/7)

Randi menuturkan kondisi air yang pekat disertai bau menyengat di Bendung Barugbug bukan terjadi sekali ini saja. Tapi sudah berlangsung tahunan. Setiap musim kemarau tiba dipastikan kondisi air seperti ini dan tidak pernah ada solusinya.

"Setiap tahun terjadi, masyarakat sekitar aliran sungai pasti disuguhi rasa bau tak sedap setiap memasuki kemarau," katanya.

Randi menambahkan, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, Subang, Purwakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tidak kembali saling melempar kesalahan, melainkan harus mengusut dan menindak tegas industri yang telah melakukan buang limbah ke aliran sungai.

"Warga merasakan sesak saat menghirup udara bau tak sedap ," ucapnya.

sungai cilamaya dan bendung barugbug

Kepala Desa Situdam, Kecamatan Jatisari,Karawang, Iwan Kurniawan mengakui sudah mendapat keluhan dari warga sekitar bendungan Barugbug. Keluhan itu tentang dugaan tercemarnya sungai oleh limbah B3 dari beberapa perusahaan yang diduga kuat membuang limbah ke bendungan Barugbug kerap diterima namun selama ini tidak pernah ada solusinya.

"Masyarakat yang berada di sekitaran bendungan Barugbug serta masyarakat lain yang berada di sepanjang daerah irigasi SS (Sungapan Sungai) Cilamaya sering mengeluh dengan kondisi air bendung Barugbug," kata Iwan.

Iwan menuturkan kondisi seperti ini terjadi setiap tahun saat kemarau tiba namun Pemerintah Daerah melalui DLHK hanya mampu melakukan uji tingkat pencemaran sungai Cilamaya tidak pernah ada tindakan.

"Pemda Kabupaten Karawang harus memberikan perlindungan dari ancaman nyata limbah karena berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat,"katanya.

Iwan berharap Pemerintah Kabupaten Karawang, Subang, Purwakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama untuk melakukan tindakan tegas, tidak tutup mata terhadap pencemaran lingkungan.

"Air berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat, jelas hal itu sangat berbahaya terhadap lingkungan hidup dan manusia," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP