Teori gravitasi dalam kasus kematian Sisca
Merdeka.com - Masyarakat masih belum percaya kalau kematian Sisca Yofie (34) murni penjambretan. Ketidakpercayaan juga muncul atas kesimpulan bahwa rambut wanita cantik itu nyangkut di gir motor, bukanlah diseret pelaku.
Menanggapi itu, polisi menggunakan teori gravitasi dalam melihat kasus kematian Sisca. "Sekarang kita gunakan teori gravitasi. Dari awal Sisca itu meluk pelaku Wawan hingga terseret dalam kondisi berdiri," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudo kepada merdeka.com saat ditemui di kantornya, Kamis (15/8).
Yudo menjelaskan Wawan kemudian menyabetkan golok ke belakang beberapa kali tanpa melihat Sisca. Sisca kemudian merasa lemas dan terjatuh.
"Nah jatuhnya menyamping atau gimana itu masih kita dalami," katanya.
Sisca yang terjatuh, lanjut Yudo, bagian pantat menjadi yang pertama menyentuh aspal. Selanjutnya, dengan reflek sebagai manusia, Sisca membalikan tubuhnya ke kiri dan ke kanan hingga tengkurap.
"Rambut kelilit gir, pantat yang menyentuh aspal kan pasti sakit. Tubuh manusia pasti langsung reflek berupaya menghindari bagian yang sakit. Tentu saja dia membalikkan tubuh ke bagian yang tidak sakit mesti kondisi terseret," tuturnya.
Seperti diketahui, saksi mata, Reza yang sempat melihat peristiwa yang menimpa Sisca. Reza melihat kalau pelaku menyeret Sisca secara kejam.
"Saya lihat disangka boneka yang diseret. Tangan pelaku pegang kepala korban dengan melilit rambut Sisca nyeretnya, dan tangan satu lagi nenteng parang," ujar Reza saat ditemui merdeka.com, Rabu (14/8).
Sementara itu, polisi lebih yakin pengakuan Wawan dan Ade yang mengaku sebagai pembunuh Sisca. Mereka menjelaskan niat awalnya tidak ingin membunuh hanya menjambret. Tapi karena ada perlawanan dari Sisca pelaku yang panik langsung melarikan diri. Sisca ikut terseret motor karena rambut panjangnya tersangkut di gir motor. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya