Tentara Pembebasan Papua Barat akui tembak mati tiga warga sipil
Merdeka.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat mengklaim bertanggung jawab atas penembakan mematikan di Kabupaten Nduga Senin (25/6) lalu. Pasukan bersenjata itu menargetkan pesawat pengangkut polisi paramiliter, hingga menewaskan tiga warga sipil.
Mereka melancarkan serangan terhadap pesawat Twin Otter milik Trigana Air yang saat itu sedang membawa 18 personel Brimob yang bertugas mengamankan pilkada serentak di wilayah terpencil tersebut.
Selain korban tewas, pilot Kapten Ahmad Abdillah Kamil juga mengalami luka akibat serpihan peluru saat terjadi baku tembak.
Dilansir dari laman Radio NZ, Kamis (28/6), tentara separatis membenarkan telah menembak ketiga warga sipil akibat pelurunya yang salah sasaran, termasuk anak-anak.
"Tembakan awalnya menyasar ayah si anak, tetapi saat itu sang anak panik dan memeluk ayahnya. Peluru itu kemudia mengenai pipinya," ujar tentara separatis itu.
Dilaporkan pula bahwa korban tewas merupakan pendatang asal Sulawesi Selatan yang juga merupakan pedagang di Kota Nduga.
Sementara itu, juru bicara tentara separatis Papua, Sebby Sambom, berdalih bahwa mereka menembak karena korban mengeluarkan pistol.
"Orang itu telah mengambil pistol dan menembak Tentara Pembebasan Papua. Oleh karena itu, kami menembaknya. Si istri dan anaknya kami tembak karena memeluk dia," jelas Sambom.
Sambom mengakui penembakan terhadap anak kecil itu adalah ketidaksengajaan. Namun dia menuding ayah si anak adalah pendatang dari wilayah lain yang merupakan agen intelijen yang menyamar untuk membantu tentara Indonesia.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya