Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Temui JK, Menkes lapor angka kurang gizi dan kematian ibu di RI

Temui JK, Menkes lapor angka kurang gizi dan kematian ibu di RI Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, siang ini. Pertemuan tersebut untuk membahas angka kekurangan gizi dan pendek (stunting) di Indonesia dari world bank.

"Bapak di sana rupanya bicara dengan world bank dan mengatakan mereka khawatir melihat angka stunting. Artinya tinggi badan anak Indonesia itu tidak sesuai. Mereka masih mengucapkan 38 persen. Jadi artinya kalau kita, kalau 10, 4 anaknya enggak bener. Tapi kebanyakan sih itu contohnya, mestinya 5 atau 2 kita punya anak dua berarti satu bisa stunting, gitulah," kata Nila di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (11/4).

Nila menyebutkan bahwa angka stunting yang dimiliki Kementerian Kesehatan 29 persen. Angka tersebut tak beda jauh dari UNICEF yang mengeluarkan 29,6 persen.

"Jadi enggak terlalu beda jauh. Jadi memang stunting sudah turun, tapi memang tetap ini masih di bawah 30 ya. Sebaiknya lebih turun lagi. Jadi artinya saya melaporkan upayanya sudah ada pak. Tapi beliau tetap mengatakan nutrisi ini kan penting sekali. Setuju saya," kata dia.

Lanjut dia, angka ASI juga meningkat mencapai 65 persen. Sebab, angka kematian ibu dari WHO menurun mencapai sekitar 180 orang.

"Angka kematian ibu dari WHO mengeluarkan, tapi saya sedikit lupa, tapi jauh turun dibandingkan yang 359, sekitar 180 atau berapa saya lupa. Tapi angka absolut yang kami kumpulkan dari kementerian kesehatan juga turun. Jadi tahun 2015 angka itu sampai 4.000 kematian (ibu melahirkan) kurang lebih. Tapi angka itu absolut," kata dia.

Atas hal tersebut, kata dia, Pemerintah mengambil langkah Puskesmas untuk membantu ibu hamil agar memperbaiki gizi anak. Puskesmas juga bisa membantu untuk memeriksa kesehatan lain yakni hipertensi, gula darah dan lainnya.

"Kami tentu, mungkin saya kaitkan dulu dengan MDGs, kan sebenarnya yang PR kita itu angka kematian ibu, angka kematian anak itu penyakit menularnya HIV dulu dan kemudian di sini kita lihat masalah nutrisi. Jadi saya katakan memang betul bahwa kita betul-betul mencoba melihat apa bagaimana mengatasi ini. Nah jawaban saya, pada waktu MDGs saya melihat bahwa sebenarnya kita tidak boleh berpikir hanya satu inisiatif, itu tugas Kemenkes. Bukan, bukan. Itu holistik. Jadi artinya access air bersih gak ada, ibu-ibu itu pasti kekurangan air bersih dia akan kena cacingan, misalnya dia akan anemi, dia anemi dia kurang gizi, dia hamil anaknya lahirnya jadi kurang baik. Mungkin meninggal karena dia jaga dengan HB yang rendah," pungkasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP