Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tembus Rp 36 ribu, harga jengkol di Batam lebih mahal ketimbang ikan

Tembus Rp 36 ribu, harga jengkol di Batam lebih mahal ketimbang ikan Jengkol. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Harga jengkol melambung 2 kali lipat dari harga awalnya. Bahkan, mengalahkan harga ikan segar di Batam.

Berdasarkan pengakuan pedagang di Pasar Aviari, Batu Aji, Batam, harga jengkol telah menembus angka Rp 36 ribu per kilonya, harga sebelumnya Rp 20 ribu.

Akibat kenaikan ini, para pedagang malas menyediakan jengkol untuk dijual. Padahal, jengkol salah satu komoditi yang digemari penikmat kuliner Indonesia.

Dari puluhan pedagang yang berjualan hanya dua pedagang saja yang menjual jengkol. "Karena naik jadi malas mau jual, kalau nanti jual para pembeli jadi banyak mengeluh jadi malas mau jual" ujar Siti, salah satu pedagang di pasar Aviari, Jumat (13/5).

Anehnya, harga jengkol yang melambung tinggi ini tidak sebanding dengan harga-harga lainnya, seperti ikan selar dan benggol yang bisa didapat dengan Rp 20 ribu per kilogramnya.

Kenaikan ini berpengaruh bagi para pedagang. Pendapatan mereka menjadi turun karena para pembeli enggan membeli setelah mengetahui harga jengkol telah meroket sejak dua minggu.

"Banyak yang mau beli, tapi waktu dengar harganya segitu jadi gak jadi. Mereka bilang daripada beli jengkol mending beli ikan. Jadi itu juga alasan saya gak jual jengkol. Karena pernah saya jual waktu itu, 4 kilo aja lama banget baru terjual" kata Sinta, pedagang lainnya.

Sementara itu, untuk harga cabe masih stabil dengan harga Rp 36 ribu per kilonya. Perlu diketahui juga, pemerintah melalui Presiden Jokowi telah memerintahkan agar menjelang Idul Fitri ketersediaan dan stabilitas sembako dapat terjaga di seluruh Indonesia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP