Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tembok pasar di Tegal runtuh, 1 tewas, 5 luka, 17 ekor kambing mati

Tembok pasar di Tegal runtuh, 1 tewas, 5 luka, 17 ekor kambing mati Kontes kambing dan sapi di Kediri. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Diduga bangunan tidak kokoh dan berusia tua, tembok Pasar Kambing Langon, Kota Tegal, Jawa Tengah runtuh. Akibatnya, satu orang tewas, lima orang mengalami luka-luka dan belasan binatang ternak berupa kambing juga ikut tewas akibat tertimpa runtuhan tembok.

Korban meninggal yaitu Abu Supyan (34) warga Jalan Werkudoro, Kelurahan Slerok RT 5 RW V, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kemudian lima korban luka-luka adalah Yunus (2) anak dari Agus Sofyan, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Kardinah, Kota Tegal.

Lalu korban luka lainnya yang sempat di rawat di IGD Kardinah adalah Saritin (55) Warga RT 21/ RW III, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal yang mengalami luka pada kaki, dan Ahmad Kusen (55) Warga Werkudoro RT 5/ RW V Kota Tegal, telah diijinkan pulang oleh pihak RSUD Kardinah, Kota Tegal.

Dua orang korban lainnya yang menjalani perawatan di RS Mitra Siaga yaitu Saeful Basiri (14), warga Dinuk, Kramat, Kabupaten Tegal luka-luka pada kaki dan Zuhrul anam (9) warga jalan Werkudoro mengalami luka sobek di kepala. Keduanya masih menjalani perawatan di RS Mitra Siaga Texin, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Suwardi (45), pedagang kambing warga Desa Kemanggungan, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal menyatakan tembok tiba-tiba runtuh meskipun tidak ada angin dan tidak ada hujan.

"Kejadianya tiba-tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Tahu-tahu tembok ambruk. Brukkk!! Tadi saya niatnya mau belanja kambing, karena ada musibah tidak jadi, beruntung saya selamat," ungkapya.

Suwardi menjelaskan, korban yang meninggal dunia akibat tertimpa tiang listrik sehingga kepalanya bocor. Sedangkan anak balitanya mengalami luka berat.

"Yang saya tahu korban yang meninggal dunia akibat kepalnya tertimpa tiang listrik, sedangkan anak balitanya umur sekitar 2 tahun mengalami luka karena kena puing tembok," ceritanya.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Firman Darmansyah yang datang sesaat ke tempat kejadian perkara (TKP) usai kejadian saat dikonfirmasi merdeka.com menegaskan sampai kini, belum diketahui persis apa penyebab runtuhnya tembok di pasar hewan tersebut.

"Kami belum tahu secara persis penyebabnya, karena masih dalam penyelidikan. Data sementara korban meninggal dunia satu orang, lima orang luka berat dan ringan. Sedangkan kambing yang mati sebanyak 17 ekor," tegasnya.

Firman memaparkan, dugaan sementara robohnya tembok Pasar Kambing Langon, karena faktor usia tembok yang sudah cukup tua. Sehingga diduga terjadi pelapukan dan akhirnya tembok roboh menimpa korban dan kambing yang merupakan barang dagangan.

"Kami terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara persis akibat ambruknya tembok yang dibangun sejak tahun 2005 itu," pungkas Firman kepada merdeka.com. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP