Tembak mati bandar narkoba, Polri sebut 'Tindakan tegas itu harus'
Merdeka.com - Sudah beberapa kali polisi merilis bandar narkoba sindikat internasional yang ditembak mati. Rilis pengungkapan dan penembakan gembong narkoba itu sengaja digelar di kamar jenazah Rumah Sakit Polri.
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, tindakan tegas menembak mati bandar termasuk merilisnya di kamar jenazah sebagai pesan kepada para gembong narkoba lainnya.
"Semoga, yang jelas tindakan tegas terukur itu sudah menjadi keharusan. Tegas sesuai hukum ya," kata Boy di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/1).
Menurut Boy, tanpa ada instruksi dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian petugas di lapangan sudah paham yang harus dilakukan jika bandar melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
"Aparat penegak hukum tahu apa yang harus lakukan. Enggak harus diinstruksikan. Mereka penyidik-penyidik berpengalaman," ujar dia.
Diakui mantan Kapolda Banten itu Polri sangat berharap tahun ini Indonesia bebas dari peredaran narkoba. Karena itu Boy mengingatkan, siapa pun yang mencoba menyelundupkan dan mengedarkan narkoba ke Indonesia bakal ditindak tegas oleh petugas.
"Pokoknya narkoba yang dibawa masuk ke sini, tindak tegas. Tidak ada pilihan lain. Tegas sesuai hukum yang ada di negara kita," pungkas Boy.
Sebelumnya, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jabar). Lima orang ditangkap satu di antaranya di tembak mati karena melawan sebelum ditangkap.
Jauh sebelum pengungkapan kasus ini, satuan narkoba Bareskrim Polri juga menembak mati dua orang warga negara asing yang merupakan sindikat narkoba jaringan internasional. Chukwuebuka Chornelis Ifemy dan Ayogu Malacy Chiwetalu, kedua warga negara Nigeria ini tewas ditembak karena melakukan perlawanan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya