Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Telepon terakhir Kapten Saragih: 'Nggak rindu kalian sama kami?'

Telepon terakhir Kapten Saragih: 'Nggak rindu kalian sama kami?' 13 jenazah korban hercules. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Duka mendalam menyelimuti keluarga Kapten Pnb Jhan Hotlan Farlin Saragih, kru pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Wamena, Papua, Minggu (18/12) pagi. Mereka mengenang kembali saat-saat terakhir berkomunikasi.

Paman Jhan Hotlan Farlin Saragih, Waldison Purba, bercerita, keponakannya itu terakhir berkomunikasi dengan kerabat di Sumut sehari sebelum kejadian.

"Kalau saya (terakhir berkomunikasi sudah lama. Cerita orangtuanya, dia (Jhan Hotlan Farlin) Sabtu (17/12), masih komunikasi," kata Wadilson.

Dalam komunikasi terakhir, Jhan Hotlan Farlin Saragih sempat bertanya pada orangtuanya. "Dia bilang, 'nggak rindu sama kami?' Itu cerita orangtuanya," jelas Wilson.

Ternyata komunikasi itu yang terakhir antara Jhan Hotlan Farlin Saragih dengan orangtuanya. Keesokan harinya mereka dikejutkan dengan kabar perwira itu menjadi korban jatuhnya Hercules C-130 dengan nomor registrasi A-1334 di Wamena, Papua, Minggu (18/12) pagi.

"Saya tinggal di Medan, pertama Kali dapat info dari keluarga di Jakarta, ada telepon, ada dapat berita gini-gini, saya bilang belum. Saya langsung buka televisi, langsung saya lihat nama dia nomer dua. John Farlin Saragih. Saya pun terkejut," ucap Wadilson.

Ketika itu, orangtuanya belum mendengar peristiwa yang menimpa Jhan Hotlan Farlin Saragih. Wadilson kemudian menghubungi abang keponakannya itu di Polres Simalungun. "Ternyata dia pun sudah tahu. Sementara orangtuanya tinggal di Tebing Tinggi sama anaknya yang perempuan. Jadi (kemarin) sore kami berembuk di sana, jumpa orangtuanya," sambung Wadilson.

Dari hasil musyawarah keluarga, jenazah Jhan Hotlan Farlin Saragih akan dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Pagar Janti, Desa Meriah Buttu, Silau Kahaean, Simalungun. "Direncanakan besok sekitar jam 03.00 sore," jelas Wadilson.

Dia menjelaskan, Jhan Hotlan Farlin Saragih selama ini tinggal di Malang. Dia meninggalkan seorang istri dan dua putra. "Anaknya berusia 4 tahun dan 2 tahun," pungkasnya.

Jhan Hotlan Farlin Saragih, merupakan 1 dari 13 korban tewas dalam peristiwa Hercules C-130 yang jatuh di Wamena, Papua, Minggu (18/12) pagi. Jasadnya tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Polonia, Medan, Sumatera Utara, Senin (19/12) siang kemudian dibawa ke Simalungun.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP