Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Telat urus visa, paduan suara Uncen berangkat jelang akhir lomba

Telat urus visa, paduan suara Uncen berangkat jelang akhir lomba Uncen. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Terlantarnya kelompok Paduan Suara Gema Chandra Universitas Cenderawasih ditengarai karena manajemen keberangkatan yang buruk. Bahkan, visa mereka ke Amerika Serikat baru beres pada saat lomba paduan suara tingkat dunia World Choir Games sudah akan berakhir.

Sebelum keberangkatan ke Amerika Serikat untuk mengikuti lomba paduan suara, Paduan Suara Gema Chandra terlambat dalam pengajuan visa ke Kedutaan Besar Amerika Serikat. Dari 50 orang yang diajukan hanya 49 orang yang lolos mendapatkan visa perjalanan.

Sumber merdeka.com yang biasa melayani pelayanan visa di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia mengatakan visa baru beres pada saat lomba sudah berjalan. "Visa mereka baru beres semuanya pada 9 Juli lalu," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (17/7). World Choir Games di Cincinnati berkangsung pada 4-14 Juli.

Dia menegaskan pengajuan visa mahasiswa Cenderawasih ini sangat mendekati jadwal acara, berbeda dengan mahasiswa dari Menado, Yogyakarta, serta group paduan suara lain yang disetujui mendapatkan visa masing-masing 30 orang. Pengurusan visa mereka berjalan lancar.

"Mereka berangkat saat mendekati acara, dan panitia penyelengara disana hanya memberikan akomodasi hanya sampai tanggal 15 Juli. Informasi yang saya terima bahkan untuk tiket pulang ke Indonesia sudah expired," kata sumber itu.

Paduan suara Gema Chandra tiba sesaat sebelum penutupan kejuaran paduan suara tingkat dunia. Penduduk setempat menyadari betapa jauh paduan suara ini pergi dari Papua. Warga setempat mengorganisir upaya mencari dana lewat pertunjukan di Cincinnati. Penampilan dadakan itu mampu mengumpulkan donasi hingga jutaan rupiah. Akhirnya menggunakan bus mereka menempuh perjalanan 54 jam ke San Fransisco agar bisa kembali ke Indonesia.

Masyarakat Cincinnati terenyuh melihat paduan suara ini datang dari jauh. Karenanya, mereka mengatur jadwal pertunjukan dan membantu memberikan tempat seperti gereja dan lobi gedung pertemuan. Usaha mereka juga dikabarkan via jejaring sosial agar seluruh warga bisa datang dan memberikan bantuannya.

Usaha para warga ini sangat menyentuh hati para grup paduan suara. "Ini pengalaman tidak terlupakan," jelas Ningrum Sayida, salah seorang anggota. (mdk/tts)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP