Tekan Kasus Kematian Lansia, Pemerintah Koneksikan Data BPJS dan NAR Kemenkes
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajarannya agar menekan angka kasus kematian akibat Covid-19. Khususnya, para lansia yang memiliki komorbid.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam rapat rutin terkait evaluasi PPKM yang dilakukan secara virtual, Senin (21/2).
"Dalam ratas hari ini Presiden meminta agar risiko terhadap lansia yang belum divaksinasi dan memiliki komorbid untuk dapat ditekan semaksimal mungkin dengan penanganan yang baik," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (21/2).
Pemerintah pun, kata Luhut, akan menekan angka kematian dan merespon lebih cepat kepada kelompok komorbid. Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan mitigasi untuk melanjutkan arahan tersebut.
Salah satunya pemerintah akan melakukan respon cepat pada kelompok lansia dan komorbid dengan cara mengintegrasikan data antara BPJS Kesehatan dan data penambahan kasus di sistem New All Record (NAR) Kemenkes.
"Oleh karena itu tadi malam telah diputuskan untuk membangun cepat interkoneksi data antara BPJS Kesehatan yang memiliki data komorbid, data penambahan kasus di NAR Kemenkes," ungkapnya.
Luhut menambahkan, dengan integrasi tersebut, maka jika ada penambahan kasus langsung terdeteksi apakah orang tersebut komorbid atau tidak. Kemudian respon tindakan bisa dilakukan secara cepat.
"Sehingga jika ada penambahan kasus langsung terdeteksi apakah orang tersebut komorbid atau tidak, dan respon tindakan bisa dilakukan secara cepat," pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya