Teka-teki sabu Bupati Ovi dan rekomendasi IDI
Merdeka.com - Kasus penggunaan narkoba jenis sabu dilakukan oleh Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi alias Ovi, masih menyisakan teka-teki. Utamanya soal di mana barang bukti, dan bagaimana dia bisa lolos tes kesehatan saat mendaftar menjadi calon bupati.
Sebab, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan tidak menemukan barang bukti narkoba jenis sabu, saat penggerebekan di rumah ayah Ovi, Mawardi Yahya, Minggu (13/3) malam lalu. Ada dugaan, barang bukti dibuang penghuni rumah sebelum petugas masuk ke dalam. Sebab, ada jeda cukup lama saat petugas datang dan bernegosiasi dengan pemilik rumah.
Rombongan BNN pusat dibantu BNN Sumsel baru bisa masuk ke rumah Bupati Ovi empat jam setelah tiba ke lokasi. Petugas harus mendobrak pagar rumah karena dihalangi penjaga rumah.
Saat hendak masuk ke dalam rumah, petugas kembali dicegat ayah Ovi, Mawardi Yahya. Dia beralasan tidak terima rumahnya digerebek. Setelah adu argumen, barulah petugas masuk ke dalam rumah. Saat itulah, sejumlah orang berada di rumah berusaha kabur dengan cara melompat pagar belakang. Ada juga yang sembunyi di taman belakang. Mereka baru menyerah setelah petugas melepaskan tembakan peringatan.
Wakil Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam, yang juga berada di rumah itu saat kejadian berkilah tidak mengetahui soal sabu yang dibuang. Dia juga menyangkal melihat alat-alat buat mengonsumsi sabu.
"Saya tidak tahu soal itu, saya tidak melihat," kata Ilyas di Palembang kemarin.
Ilyas mengakui turut digelandang petugas ke kantor BNN Sumatera Selatan usai penggerebekan. Di sana, dia diperiksa dan menjalani tes urine.
"Ya, ikut ke sana (BNN Sumsel), habis itu saya dipulangkan," kata kakak kandung anggota DPR RI, Julihan Gunhar, itu. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya