TB Hasanuddin: TNI tak ikut berpolitik saja sudah ricuh
Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengingatkan ketetapan MPR dengan tegas melarang TNI memiliki hak berpolitik. Dia menilai saat ini, TNI belum waktunya untuk kembali terjun ke politik. Sebab, TNI tak berpolitik saja sering membuat kericuhan.
"Kalau sekarang mungkin belum waktunya. Kenapa? Tanpa tentara aja sekarang sudah ricuh. Apalagi kalau ada ini," kata TB Hasanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/10).
Politikus PDI Perjuangan ini menilai mengamandemen UUD tak cukup didasari atas satu kepentingan pihak. Namun, harus pula melibatkan DPR, pemerintah dan turut pula mendengar aspirasi dari masyarakat apakah menyetujui TNI kembali mendapatkan hak berpolitik atau tidak.
"Kalau rakyat menghendaki merevisi UU silakan. Caranya Ya pemerintah dengan legislatif duduk bareng bahas itu. Dan anggota DPR akan tanya ke publik perlu apa tidaknya."
Anggota Komisi I DPR Arwani Thomafi menilai setiap warga negara memiliki hak yang sama tak terkecuali TNI. Namun, Politikus PPP ini menegaskan dilihat dari sisi politis, keinginan TNI tersebut perlu dikaji lebih mendalam dan tak mudah untuk disetujui.
"Dari sisi politis, kita harus lihat sejauh mana nanti demokrasi Pemilu itu dengan melibatkan TNI secara praktis. Selain juga tentu terkait kesiapan TNI itu sendiri," ujarnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya