TB Hasanuddin sebut Brimob cukup latihan survival, bukan raider
Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai kurang tepat keinginan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang menginginkan pelatihan raider untuk Brimob oleh Kopassus. Sebab, kata dia, raider merupakan kualifikasi militer semata.
"Saya kira raider itu kualifikasi militer, sebaiknya latihan survival saja tak perlu overcapacity," kata TB Hasanuddin saat dihubungi, Kamis (30/7).
Politikus PDIP ini menilai kepolisian tak perlu dilatih bertempur layaknya TNI. Sebab, tugas mempertahankan negara telah menjadi tugas TNI. Apalagi, kata dia, tugas polisi merupakan mengayomi masyarakat.
"Polisi tak perlu dilatih pertempuran nanti karakternya juga bisa berubah dari pengayom jadi petempur," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyadari kemampuan anggota Polri untuk menumpas gerakan bersenjata kerap kali terkendala medan berat. Guna meningkatkan kemampuan tempur anak buahnya di lapangan, Badrodin mengajukan permintaan kepada Panglima TNI agar Kopassus melatih Brimob.
"Kan kita dalam penegakan hukum pengejaran terhadap Santoso yang ada di gunung-gunung dan hutan, oleh karena itu kita perlu peningkatan tertentu saja, bagaimana kita bisa survive, penjajakan di hutan, kan enggak bisa anggota Brimob bertahan di hutan," kata Badrodin di Istana, Jakarta, Senin (27/7).
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya