TB Hasanuddin sarankan deradikalisasi dimulai sejak sekolah dasar
Merdeka.com - Polri yang berhasil menangkap dan melumpuhkan tujuh terduga teroris di sejumlah lokasi di Indonesia. Dalam sehari, Detasemen Khusus (Densus) 88 melakukan operasi di 4 tempat, di antaranya Banten, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin mengapresiasi gerak cepat Polri dalam memberantas terorisme. Dia juga menyarankan agar upaya pencegahan melalui pendidikan deradikalisasi sebaiknya diterapkan di sekolah-sekolah.
"Deradikaliasi bukan sebatas yang mereka radikal tapi harus mulai dari pendidikan bawah, SD, SMP, SMA. Itu enggak bisa satu dua kali tapi masuk pendidikan," kata TB saat dihubungi, Kamis (22/12).
Pemberantasan terorisme harus melibatkan 3 unsur besar yakni Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kejaksaan. Selain operasi pemberantasan, ketiga institusi ini harus bergerak menyebarkan doktrin antiteror bagi masyarakat.
"Pemberantasan teror libatkan tiga unsur besar yaitu penegakkan hukum yaitu polisi, aparat intelijen dari imigrasi kejaksaan dan lain-lain di back up militer itu doktrin antiteror di dunia, tinggal skalanya," jelas dia.
TB berharap kepolisian dan BIN terus mengejar jaringan teroris yang ada di Indonesia. Sebab, penangkapan 7 terduga teroris itu baru di permukaan. Dia menduga masih banyak jaringan terorisme di Indonesia yang belum dihabisi.
"Tapi kami harap kepolisian dan intelijen untuk kejar mereka, ini mungkin baru permukaan tapi di bawahnya belum dihabisi," terangnya.
Politikus PDIP ini juga mengimbau kepada masyarakat untuk berperan mencegah aksi terorisme dengan lapor jika ada seseorang yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya.
"Kedua, temu lapor. Kalau ada masyarakat yang kontrak rumah lalu curiga, laporkan saja," imbuhnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya