Tawuran SMK 4 Vs SMK 3 Semarang, 2 Siswa dan 1 Alumni Jadi Tersangka Pembacokan
Merdeka.com - Polisi mengungkap kasus tawuran antar pelajar SMK di Semarang, pada Kamis (2/9) diikuti alumni SMK 4 yakni Afrizal Sabulamukti (20). Dia yang terbukti menebas korban Aditya Nugroho hingga tangan kiri nyaris putus memakai parang.
"Sudah tiga yang kami tetapkan tersangka, di antaranya Afrizal alumni SMK 4, dan dua siswa dari SMK yang masih aktif kelas 3," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat gelar perkara di Semarang, Senin (6/9).
Dia memaparkan Afrizal merupakan alumni SMK 4 ini mengaku emosi ketika mengetahui sekolahnya hendak diserbu oleh siswa SMK 3. Mengetahui kejadian itu, pelaku langsung mendatangi lokasi tawuran dengan membawa senjata tajam klewang.
"Jadi Afrizal ini terlibat turun langsung ikut membantu dan menebas korban saat tawuran," jelasnya.
Seorang pelaku bernama Afrizal mengaku saat kejadian tawuran ia sedang libur kerja. Dia diajak teman membantu tawuran.
"Jadi saya bawa senjata tajam pas bentrok di Menteri Supeno," kata Afrizal.
Seorang tersangka lain, Adang Bagus mengatakan aksi tawuran yang melibatkan sekolahannya dengan SMKN 4 lantaran dipicu pesan berantai yang dikirim lewat WhatsAapp Grup (WAG) yang terdiri dari 20 siswa.
"Kita terpancing emosi ya akhirnya kita putuskan saling serang," kata Adang.
Kapolrestabes memastikan ketiga pelaku tersebut bakal dijerat Pasal 170 KHUP karena tindakannya yang menyebabkan korban mengalami luka berat.
"Tiga orang ini terancam penjara lima tahun dengan jeratan Pasal 170 KUHP. Mereka tetap disidang sesuai aturan berlaku. Karena untuk pelaku usia 18 tahun ke atas sudah dianggap dewasa tetap kita proses," ungkap Irwan Anwar.
Sedangkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyayangkan ulah yang dilakukan siswa dua sekolahan tersebut. "Saya imbau kepada setiap sekolah tetap belajar dengan benar, gunakan ilmu sebaik-baiknya. Dan saya pastikan PTM tetap jalan," kata Hendrar Prihadi.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya