Taruhan bola di bulan Ramadan, puasa 1 bulan tak diterima
Merdeka.com - Bulan Ramadan tahun 2016 ini, bertepatan dengan piala Eropa. Ajang empat tahunan ini tentu ditunggu-tunggu oleh para pecinta sepak bola. Karena mereka tak ingin ketinggalan menyaksikan tim kesayangan berlaga di lapangan untuk memperebutkan gelar juara.
Bicara pertandingan sepak bola tidak terlepas dari taruhan uang. Ada beberapa orang sering kali mengadakan taruhan uang untuk mendukung tim jagoan. Padahal, taruhan sendiri merupakan judi. Dalam agama Islam judi hukumnya haram.
Apa lagi taruhan tersebut dilakukan bersamaan ketika sedang menjalani ibadah puasa. Maka puasanya bakal sia-sia. "Kalau yang masalah (taruhan) bola termasuk judi berat. Puasanya ya rusak. Puasanya rusak karena dicampur dengan yang haram. Ya nanti kalau dapat juga kalau dimakan dibelikan apa aja haram hukumnya karena dari judi," kata ustazah Umi Tatu, berbincang dengan merdeka.com.
Hal itu dijelaskan pula dalam surat Al Baqarah ayat 219 yang bunyinya, "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: 'Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa'at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa'atnya'. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ' Yang lebih dari keperluan.' Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,". (QS. Al-Baqarah: 219).
Menurut Umi Tatu, puasa orang tersebut antara diterima dan tidak oleh Allah karena disertai dengan perbuatan maksiat. "Puasanya antara diterima atau tidak, karena disertai berbuat maksiat," ungkapnya.
Umi Tatu menjelaskan, pada bulan Ramadan setan diikat oleh Allah dengan rantai. Itu dilakukan agar setan tidak menggoda umat muslim menjalankan ibadah puasa. Akan tetapi, tidak semua setan diikat Allah. Setan yang berkekuatan kecil masih berkeliaran menggoda.
"Kata Rasulullah itu bulan puasa setan itu diikat oleh Allah dengan rantai. Tapi cecere-cecerenya (setan kecil) itu masih gentayangan. Apa bila ada orang islam yang nggak puasa dan berbuat maksiat berarti imannya masih lemah, masih tergoda sama setan cecere-cecere. Kalau yang kuat iman pasti dia menjauhkan (judi) itu," terang ibunda almarhum Uje ini.
Dia pun berharap agar umat muslim melaksankan puasa dengan niat baik dengan disertai ibadah-ibadah lainnya. Karena bulan puasa merupakan bulan pembakaran dosa dan penuh dengan pahala.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya