Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Taring Budi Waseso makin tajam, bupati asyik pesta sabu disikat

Taring Budi Waseso makin tajam, bupati asyik pesta sabu disikat Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sejak menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso semakin menunjukkan taringnya. Dia tak pandang bulu menyikat siapa saja yang menjadi budak narkoba.

Gebrakan terbarunya adalah menyikat Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi atau Novi ketika tengah asyik pesta narkoba. Sang bupati menikmati barang haram itu bersama rekan-rekannya di kediamannya Jalan Musyawarah III Ogan Ilir, Minggu malam. Budi ingin kasus ini menjadi pelajaran bagi kepala daerah yang doyan mengonsumsi narkoba.

Menurut Budi, tindakan tegas dilakukan karena Novi merupakan figur yang menjadi panutan masyarakat, parahnya lagi Novi baru dilantik satu bulan yang lalu. Ini menjadi fokus BNN terkait pengecekan kesehatan bagi para calon kepala daerah.

"Pemeriksaan kesehatan sebagai persyaratan calon kepala daerah (untuk Novi) tidak dilakukan dengan benar dan baik. Hasil laboratorium ditutupi, direkayasa. Bukti lab hari ini positif dan masih ada pengaruh narkotika," kata jenderal polisi akrab disapa Buwas ini.

Budi Waseso juga tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat oknum dari pejabat dan kepala daerah juga yang menggunakan narkoba. "Masih beberapa (pejabat) pantauan BNN," imbuhnya.

Budi menambahkan Novi masih dalam kondisi tidak sadar. "Hari ini (Novi) masih dalam pengaruh narkoba, masih menggunakan narkoba. Belum bisa melakukan pemeriksaan. Masih dalam pengaruh narkoba," ujarnya.

Setelah 3 x 24 jam, pihak BNN akan melakukan pemeriksaan darah dan dilanjutkan pemeriksaan rambut Novi sekaligus melihat assessment sehingga bisa menentukan penindaklanjutan pemeriksaan.

"Rambut bisa mendeteksi juga narkoba, ga bisa bohong," tambah Budi Waseso.

Pihaknya juga dengan tegas mengatakan bahwa meskipun saat penangkapan tidak ditemukan barang bukti narkoba, Novi tetap bisa diproses berdasarkan bukti hasil lab.

"Kita tidak tergantung pada barang bukti, positif kan barang bukti. Lab lanjutan juga barang bukti," tandasnya.

Belum genap setahun menjabat menjadi orang nomor satu BNN, Budi rajin menghasilkan gebrakan. Sebelumnya Budi sempat melontarkan ide membuat penjara khusus gembong narkoba, yang sekelilingnya ada buaya. Dia juga siap 'mengobok-obok' barak TNI. Bahkan beberapa pesantren tak luput dari bidikannya, karena diduga terjadi peredaran narkoba masif di tempat kegiatan agama tersebut.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP