Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tarif Tol Jakarta-Cikampek naik, warga keluhkan jalan rusak & macet

Tarif Tol Jakarta-Cikampek naik, warga keluhkan jalan rusak & macet Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek. ©2015 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Tarif Tol Jakarta-Cikampek resmi naik terhitung mulai Sabtu 22 Oktober 2016 sejak Pukul 00.00 Wib. Hal itu tertuang dalam usulan Badan pengatur jalan tol (BPJT) dan Menteri Pekerjaan Umum No 799/KPTS/M/2016.

Kenaikan terjadi untuk semua golongan kendaraan. Mulai golongan satu hingga golongan lima dengan nilai kenaikan antara 7 hingga 11 persen. Untuk golongan satu dari semula Rp 13.500 menjadi Rp 15000 atau kenaikan mencapai 11,11 persen.

Golongan dua dari semula Rp 21.500 menjadi Rp. 23.500 atau naik 9,30 persen. Golongan tiga semula Rp 27.000 ribu menjadi Rp 30.000 atau naik 11,11 persen. Golongan empat dari Rp 34.000 menjadi Rp 37.000 dengan persentase kenaikan 8,82 serta golongan lima dari Rp 41.000 menjadi Rp 44.000 atau naik 7,32 persen.

Kenaikan tarif Tol Jakarta-Cikampek mendapat reaksi dari masyarakat pengguna jalan berbayar itu. Para pengguna tol mengeluhkan kenaikan tarif yang diberlakukan selain akan menambah biaya perjalanan juga tak sebanding dengan infrastruktur jalan yang mulai tak nyaman.

"Kalau saya pribadi keberatan, karena tiap dua tahun tarif naik, tapi fasilitas masih begitu-begitu saja, jalan juga masih banyak yang berlubang. Masih banyak yang bergelombang. Ditambah tiap hari jalan tol macet, katanya jalan bebas hambatan. Bebas hambatan dari mana macetnya nggak ketulungan," kata Atik, salah seorang pengguna jalan tol, saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (22/10).

Protes kenaikan tarif jalan Tol Jakarta-Cikampek juga dikeluhkan sopir angkutan umum. Selain buruknya pelayanan pengelola tol, mereka juga kebingungan dengan penyesuaian tarif tol tak dibarengi naiknya ongkos penumpang.

"Kalau jalan kondisinya lancar dan nyaman dilalui tidak masalah tarifnya naik, tapi kan ini mah tiap hari macet. Kami juga bingung karena kami tidak bisa menaikkan tarif penumpang karena harus ada keputusan dari organda dan Dishub," kata salah seorang sopir bus, Toni.

Para pengguna jalan meminta pengelola jalan tol segera memperbaiki fasilitas. Sehingga mahalnya tarif berimbang dengan kenyamanan setiap penggunanya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP