Tanpa pacaran, 49 pasangan dinikahkan massal di Balikpapan

Reporter : Iqbal Fadil | Senin, 17 Juni 2013 10:30




Tanpa pacaran, 49 pasangan dinikahkan massal di Balikpapan
nikah massal Hidayatullah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 49 santri Hidayatullah mengikuti prosesi acara Pernikahan Mubarak Nasional Hidayatullah (PMNH) yang diselenggarakan Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim. Acara itu digelar Minggu (16/6) kemarin.

Pernikahan massal ini merupakan rangkaian acara menyongsong Silaturrahim Nasional (Silatnas) yang bertepatan dengan usia ke-40 tahun lembaga yang concern di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial ini.

Kegiatan yang telah menjadi tradisi Hidayatullah ini diikuti oleh peserta putra dan putri dari perwakilan dari seluruh nusantara.

Dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, ketua panitia pelaksana acara, Abdul Ghofar Hadi, mengatakan peserta ada yang berasal dari dari Kabupaten Nabire (Papua) Medan (Sumatera Utara), Bali, Sulawesi, Kupang, Jawa Timur, Provinsi Jambi, Manado, Jawa Barat, dan lainnya.

Adapun usia peserta laki-laki, kata Ghofar, yang paling muda adalah 22 tahun, sementara peserta putri 18 tahun.

"Usai pernikahan, selanjutnya akan ada program Peluncuran Dai Nusantara saat Silatnas Hidayatullah yang diikuti oleh para pengantin," kata Ghofar.

Dia menambahkan, seluruh peserta pernikahan Mubarak ini, sebagaimana gelaran serupa yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya, semua masih berstatus bujang dan gadis.

Jika umumnya menikah harus mengeluarkan biaya mahal untuk mahar, resepsi acara, dan sejumlah pernak-pernik lainnya yang tak jarang sangat memberatkan mempelai, pernikahan mubarak Hidayatullah justru semaksimal mungkin meringankan peserta.

"Peserta menyerahkan dua juta rupiah. Jumlah itu sudah termasuk mahar, pakaian masing-masing kedua mempelai, pengurusan surat-surat administrasi ke KUA, dan konsumsi pembinaan pra nikah peserta selama 15 hari," jelas Ghofar.

Acara ini dihadiri ribuan undangan termasuk keluarga peserta mempelai pengantin. Hadir pula Walikota Balikpapan Rizal Effendi, anggota DPRD Kaltim Sofjan Alex dan Darlis Pattolongi.

Anggota Dewan Pengarah, Ustaz H Abdul Qadir Jailani, mengatakan tugas memasangkan puluhan calon mempelai jelas bukanlah pekerjaan ringan. Itulah mengapa, kata dia, tim SC yang ditunjuk merupakan orang-orang berpengalaman yang juga mayoritas kader pendahulu Hidayatullah.

"Ada penelusuran peserta dari aspek pemahaman keislaman, kehidayatullahan, pernikahan, dan kepribadian. Semua peserta harus melawati proses ini. Ada 2 tim yang menangani ini," jelas Abdul Qadir.

Tujuan penelusuran, lanjutnya, semata-mata untuk mengetahui kesiapan dan persiapan peserta sebagai imam di rumah kelak, serta sebagai ajang seleksi peserta.

Hidayatullah yang berdiri 3 Maret 1976 ini memang tak bisa dilepaskan dari tradisi pernikahan massal. Bahkan, budaya pernikahan massal Islami tanpa pacaran di Indonesia sejatinya dipopulerkan pertama kali oleh Hidayatullah.

Menurut catatan resmi, awal kali pernikahan massal mubarak Hidayatullah digelar pada 6 Maret 1977 yang diikuti oleh 2 pasang santri yaitu Abdul Qadir Jailani dengan Nurhayati dan Sarbini Nasir dengan Salmiyah. Kala itu, karena keterbatasan biaya, jamuan resepsi yang dihidangkan sangat sederhana berupa nasi dan sayur gambas.

Setelah yang pertama, tradisi itu terus berlanjut mulai dari 4 hingga puluhan pasang. Puncaknya adalah saat Hidayatullah menggelar pernikahan serupa sebanyak 100 pasang santri tahun 1997 yang dihadiri oleh BJ Habibie dan sejumlah tokoh nasional lainnya masa itu.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, kegiatan tersebut layak menjadi kritik bagi masyarakat modern yang justru kerap mengalami masalah krusial kerumahtanggaan.

"Ini menjadi otokritik bagi pagelaran pernikahan kita yang selama ini katanya modern, ternyata juga banyak masalah-masalah yang dihadapi," kata Rizal Effendi ditemui saat menghadiri acara Pernikahan Mubarak Hidayatullah di Balikpapan, Ahad kemarin.

Rizal memandang tradisi Pernikahan Mubarak sebagai sesuatu yang sangat luar biasa dan menjadi teladan bagi kita semua. "Ini sesuatu yang sakral, dan mulia," ungkapnya.

[bal]

KUMPULAN BERITA
# Nikah Massal

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Tabrak pemotor, sopir dipukuli dan dibakar bersama truknya
  • Arus mudik Lebaran, jalur Nagreg menuju Garut padat merayap
  • Mudik tahun ini, pengguna kendaraan pribadi naik dua kali lipat
  • Hari kedua Lebaran, Pantai Karnaval Ancol diserbu warga
  • Dapat remisi Lebaran, 7 napi di Lapas Sukabumi bebas
  • Sekuriti di Monas terpaksa rayakan Lebaran dengan berutang
  • 7 Manfaat air Zamzam
  • Film apa yang bakal laris lebaran ini? simak di sini!
  • Messi masih jadi target buruan petugas pajak
  • Lebaran, sekuriti di Monas belum terima gaji dan THR
  • SHOW MORE