Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanpa iklan kampanye, Jokowi terbilang berani

 Tanpa iklan kampanye, Jokowi terbilang berani Jokowi sedang santai. merdeka.com/sholeh

Merdeka.com - Dengan mengusung prestasi selama menjabat sebagai wali kota Solo, keputusan cagub Joko Widodo (Jokowi) untuk tak memasang iklan di media dianggap sebagai langkah berani. Terlebih, masih banyak masyarakat Jakarta yang belum mengenal sosoknya.

"Tetapi, bagi Jokowi mungkin hal itu bukan ancaman. Karena Jokowi sudah punya prestasi sebelumnya. Artinya, publik sudah cukup mengenal dia," ujar Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti kepada merdeka.com, Minggu (1/4).

Keputusan itu jadi langkah berani karena memang popularitas Jokowi tidak tinggi. Namun ada konsekuensi yang harus diterima oleh cagub yang digadang oleh PDIP ini.

"Salah satunya adalah upaya peningkatan citra atau popularitas dia lebih susah. Tapi, iklan di media itu mungkin efektif bagi tokoh yang belum dikenal publik," tandasnya.

Beberapa prestasi yang pernah ia lakukan, seperti mempromosikan mobil esemka buatan murid SMK Solo dan pembenahan kinerja Satpol PP jadi suatu keunggulan. Tapi, itu saja dirasa tidak cukup bila dia tidak melakukan pendekatan secara langsung.

Salah satu cara peningkatan popularitas tersebut sempat dilakukan Jokowi saat mengunjungi Pasar Senen, Sabtu (31/2) pagi.

"Jokowi mungkin tidak perlu memasang iklan. karena iklan hanya mendukung pencitraan dirinya yang sebenarnya sudah bagus di mata publik. Masyarakat sudah mengenal dia. Tinggal mendekatkan diri saja, dengan cara seperti yang dia lakukan sekarang," katanya. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP