Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tangkap Pengedar Sabu 2 kg, Kapolda Sulsel Tak Mau Lengah Jelang Pemilu

Tangkap Pengedar Sabu 2 kg, Kapolda Sulsel Tak Mau Lengah Jelang Pemilu Kapolda Sulsel Irjen Hamidin. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Kapolda Sulsel Irjen Hamidin menegaskan, pelaku-pelaku kejahatan termasuk di kasus peredaran gelap narkoba semakin marak jelang pemilu. Buktinya, dalam sepekan, ada dua kasus narkoba yang berhasil dibongkar dengan barang bukti masing-masing sabu ada yang seberat 500 gram dan dua kilogram.

"Menjelang Pileg dan Pilpres, kami Polda Sulsel sangat khawatir apabila ada kelompok tertentu akan menggunakan momen saat semua polisi sibuk urus pengamanan pemilu dan menggunakan situasi ini untuk kejahatan. Tapi saya tegaskan Polda Sulsel tidak akan membiarkan kejahatan narkoba walaupun kami sibuk urus pengamanan Pemilu. Dan betul, kami temukan beberapa kasus narkoba," kata Irjen Hamidin di Mapolda Sulsel, Selasa, (16/4).

Hamidin mengungkap, tiga hari lalu, Sabtu, (13/4) dua pelaku diamankan masing-masing lelaki YC, (29) dan EW, (21), warga Kabupaten Pinrang, Sulsel dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 2 kilogram dikemas rapi dalam speaker. Sebelumnya, Kamis, (11/4) diamankan juga IS, (27), warga asal Sukabumi, Jawa Barat dengan barang bukti sabu seberat 500 gram yang disembunyikan di bawah alas sepatu.

Sabu seberat 2 kilogram itu ditemukan saat penggeledahan di rumah YC di Kampung Ujung, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang saat itu lelaki YC sementara tidur. Disuruh bangun dan penggeledahan dilanjutkan, ditemukanlah sabu itu di dalam speaker Merk Pioneer. Sabu itu berasal dari Malaysia melalui Nunukan dan Enrekang dikendalikan dari Lapas Tenggarong oleh saudara dari tersangka Y.

Adapun sabu seberat 500 gram itu dengan tersangka lelaki IS, disembunyikan di bawah alasan sepatu yang dikenakannya. Diringkus di bandara internasional Sultan Hasanuddin.

Lebih jauh dijelaskan, meski ada kasus narkoba yang terbongkar jelang pemilu tapi pihaknya tidak melihat ada korelasi antara pelaksanaan pemilu dengan upaya untuk mengganggu jalannya pemilu.

"Yang benar adalah mereka mau memanfaatkan situasi di saat aparat keamanan sedang konsentrasi dengan pengamanan pemilu. Pelaku kejahatan ini mungkin berharap karena polisi sibuk lakukan pengamanan maksimal sampai ke TPS, mereka bisa edarkan sabu. Tapi itu sudah kita antisipasi dengan membentuk tim yang masif lakukan pengejaran, pendeteksian dan monitoring," tandas Hamidin.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP