Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanggapi Ridwan Kamil, Kota Bekasi Masih Berlakukan Isolasi Mandiri di Rumah

Tanggapi Ridwan Kamil, Kota Bekasi Masih Berlakukan Isolasi Mandiri di Rumah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat tetap mempersilakan orang yang terpapar Covid 19 melakukan isolasi mandiri di rumah. Dengan catatan, tempat yang dipakai memenuhi persyaratan dan tidak berpotensi menularkan kepada keluarga atau orang lain.

"Kalau di rumahnya memenuhi standar (resprentatif), kenapa tidak? Karena kita kan ada (dokter) visit puskesmas untuk memantau perkembangan pasien selama dua hari sekali," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Rabu (3/2).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta seluruh kepala daerah di wilayahnya untuk menghentikan isolasi mandiri di rumah. Sebab Kang Emil itu, mengutip hasil kajian, karantina mandiri justru menjadi akar muasal penularan klaster keluarga secara masif.

Karena itu, Ridwan Kamil meminta kepala daerah memanfaatkan gedung-gedung atau bangunan milik negara sebagai tempat karantina mandiri. Hotel juga bisa dimanfaatkan, karena biayanya ditanggung oleh BNPB.

"Beda lagi kalau rumahnya kumuh, sempit, ya wajar lah pak Gubernur Jawa Barat minta begitu, tetapi kalau representatif ya enggak apa-apa melakukan isolasi mandiri," kata Rahmat Effendi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi rasio positif (positif rate) selama pemberlakuan kebijakan pembatasan kegiatan manusia (PPKM) mencapai 20,60 persen. Ini lima kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Sukrawati menuturkan, sumber penularan virus corona di Kota Bekasi masih didominasi dari klaster keluarga. Ia menyebut, selama pandemi ada 6.114 kasus dari klaster tersebut, dimana pada pertengahan bulan ini kasus aktif dari klaster itu mencapai 606 keluarga.

"Anggota kelurga yang berkegiatan (di luar rumah) ini lah yang mungkin punya risiko terpapar," ucap Dezy pekan lalu.

Dilansir dari situs corona.bekasikota.go.id, jumlah kasus aktif di Kota Bekasi sekarang ada 3.239 orang, mereka menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri di rumah. Secara kumulatif, kasus sudah mencapai 25.449.

Sementara itu, kasus sembuh sebanyak 21.826 dan pasien meninggal dunia sebanyak 384 orang.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP