Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Takut ditangkap, pemakai sabu sempat berusaha kabur dari petugas

Takut ditangkap, pemakai sabu sempat berusaha kabur dari petugas Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Farid Efendi (33) warga Kebonharjo RT. 04 RW V, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah yang berprofesi sebagai sales toko besi diamankan oleh petugas Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Tengah. Farid diamankan bersama kedua supervisornya saat sedang asyik berkaraoke di tempat hiburan malam Vegas Karaoke di Jalan Plampitan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/10) dini hari tadi.

Kejadian ini bermula saat rombongan petugas BNNP Jateng bersama Polda Jateng dan Pomdam TNI AL dan TNI AD menggelar operasi di empat tempat hiburan malam di antaranya di Family Fun dan California Karaoke di Kawasan Poncol Jalan Imam Bonjol Semarang Tengah dan di Rendevouze dan di Vegas Karaoke di Kawasan Pecinan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Kemudian, saat tiba di Karaoke Vegas tepatnya di Jalan Plampitan, Kota Semarang operasi BNNP Jateng yang dipimpin langsung olek Kabid Pemberantasan BNNP Jateng AKBP Suprinarto satu bersatu memeriksa beberapa pegawai, tamu dan pendamping karaoke (PK).

Saat itu, puluhan tamu, pegawai dan PK mengantre menunggu giliran untuk menjalani proses tes urine. Namun, Farid tiba-tiba berupaya untuk mengelabui petugas dengan alasan ingin ke kamar kecil. Saat ada di ruang tengah usai dari kamar kecil Farid berupaya melarikan diri keluar dari Vegas Karaoke.

"Hei dia lari. Dia lari," teriak beberapa petugas dan pengunjung Vegas Karaoke di Jalan Plampitan yang tepat berada di depan Hotel Quest tempat salah satu supervisor Farid menginap.

Beruntung, beberapa petugas Polda Jateng, Pomdam dan BNNP Jateng yang mengikuti operasi sigap dan berhasil membekuk Farid tepat di halaman Karaoke Vegas dan sempat memberikan bogeman mentah ke arah perut Farid.

Farid kemudian diseret untuk masuk kembali ke Vegas Karaoke di Room 803. Di situ, Farid dilakukan penggeledahan dan interogasi oleh petugas BNNP Jateng dan petugas Provos Polda Jateng dan Pomdam TNI AD.

"Kamu makai apa? Kok lari," tanya petugas.

"Pakai sabu-sabu pak. Saya takut kalau dipenjara. Seminggu yang lalu pak saya pakai dari teman," jawab Farid dengan ketakutan dan mukanya memucat.

Beberapa petugas pun langsung berinisiatif melakukan penggeledahan baik di seluruh baju dan celana Farid maupun di Room 810 tempat Farid bersama kedua supervisornya tempat dirinya bekerja.

Tak hanya itu, sebuah mobil sedan warna putih yang digunakan sang supervisor juga langsung ikut digeledah oleh petugas. Satu persatu mulai dari bagian depan dalam, belakang bagasi hingga depan mobil juga ikut diperiksa secara teliti oleh petugas.

"Saya kenal dia sudah lama. Padahal orangnya alim loh Pak. enggak tahunya kok dia ngaku ke BNN make sabu-sabu seminggu yang lalu. Wah saya enggak nyangka pak," ungkap supervisor Farid yang tak ingin disebutkan identitasnya itu disela-sela operasi.

Usai dilakukan pemeriksaan sementara di salah satu ruang karaoke Vegas Karaoke, Farid pun langsung digelandang petugas ke Kantor BNNP Jateng di Jalan Madukoro Raya, Kota Semarang, Jawa Tengah. Farid diamankan beserta tiga orang lainnya yang dinyatakan positif menggunakan narkoba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ketiga orang itu adalah AKP Rasman (36) yang merupakan anggota Polri Polair Baharkam. Kemudian dua orang wanita cantik berinisial ST (46) warga Pedurungan, Kota Semarang dan SM (21) warga Sidoarjo, Jawa Timur. (mdk/gil)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP