Tak Turun ke Jalan saat May Day, Buruh di Depok Pilih Diskusi Revisi PP Pengupahan
Merdeka.com - Buruh Depok sepakat tidak akan melakukan orasi di luar ruangan dalam rangka Hari Buruh yang jatuh pada Rabu (1/5). Mereka pun berencana melakukan diskusi mengenai usulan revisi PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
"Kami menglimbau kepada buruh untuk tidak orasi di luar ruang. Daei hasil koordinasi di 1 Mei tidak ada kegiatan dari para pekerja keluar dari wilayah Depok," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Manto Jhorgi usai rapat kordinasi di Polresta Depok, Selasa (30/4).
Usulan dari buruh mengenai revisi PP tersebut adalah ada indikator lain yang harus diperhitungkan dalam menetapkan upah. Namun hal itu akan dikaji lebih dalam oleh pemerintah dan pelaku industri apakah bisa dihitung atau tidak.
"Usulan ini diperhitungkan terlebih dahulu. Intinya kami ingin buruh Depok menyampaikan aspirasinya dengan cara lebih ilmiah dan teratur. Caranya ya dengan diskusi," paparnya.
Kendati demikian tidak ada larangan bagi buruh Depok yang ingin bergabung dengan buruh lain di Jakarta. Namun diimbau agar tidak berkonvoi.
"Silakan saja karena kami juga tidak ingin membatasi hak demokrasi mereka. Hanya saja jangan berkonvoi karena bisa berdampak hal lain," tukasnya.
Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sughiarto mengatakan pihaknya menghormati dan apresiasi sikap buruh Depok. Mereka dianggap membantu menciptakan kondisi Depok yang nyaman dan kondusif. "Jadi, ada dua kegiatan saja. Namun, tetap kami mempersiapkan pengamanan dan menjalin komunikasi baik dengan pihak pekerja maupun Pemerintah Kota Depok," katanya.
Kegiatan yang dilakukan oleh serikat pekerja juga, dinilainya positif sehingga stabilitas keamanan di Kota Depok saat Hari Buruh nanti dipastikan kondusif. "Kita melihat berbagai kegiatan positif seperti bagi - bagi sembako dan berbagai kegiatannya lainnya dalam mengisi hari buruh perlu di dukung," pungkasnya. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya