Tak terima orangtua dicaci maki, kakak beradik bantai paman sendiri
Merdeka.com - Kesal dan sakit hati orangtuanya sering dicaci dan dihina, Amin Syahril (31) dan Aliansyah (29), kakak beradik yang tinggal di Desa Kelampadu, Kecamatan Muara Kuang, Ogan Ilir, Sumsel, nekat menghabisi nyawa pamannya sendiri Ahmad Sarkati (48). Korban tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bacok dan tusukan hingga usus terburai.
Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban yang tak jauh dari kediaman tersangka, Rabu (11/2). Setelah hampir dua pekan melarikan diri, kedua tersangka akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi, Senin (23/2).
Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Dhafid Shiddiq menjelaskan, kedua tersangka sakit hati lantaran korban kerap mencaci maki orangtua tersangka. Kedua tersangka lalu mendatangi rumah korban dan terjadilah adu mulut.
Puncaknya, kedua tersangka mengambil golok dan tombak di rumah korban. Tersangka Amin Syahril langsung menghujani tubuh korban dengan golok hingga terkapar. Tak puas, tersangka Aliansyah menusukkan tombak ke perut korban hingga ususnya terburai. Korban tewas di tempat dengan mengenaskan.
"Motifnya dendam. Kedua tersangka tak terima orangtuanya selalu dicaci dan dihina korban," ungkap Shigdiq, Selasa (24/2).
Usai kejadian, kedua tersangka meninggalkan kampung dan pergi ke Palembang. Setelah diketahui keberadaan keduanya, polisi melakukan mediasi dengan keluarga sehingga kedua kakak beradik itu akhirnya menyerahkan diri ke polisi.
"Kedua tersangka menyerahkan diri ke kantor polisi didampingi keluarganya. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui kronologis dan motif pembunuhan itu," tutupnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya