Tak terima kebijakan sekolah, warga Sidoarjo geruduk SMPN 2 Buduran
Merdeka.com - Puluhan warga Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur meluruk SMPN 2 Buduran, Selasa (11/7), lantaran kecewa pihak sekolah diduga pilih kasih menerima para calon siswa.
Kekecewaan warga itu dipicu saat pihak sekolah hanya menerima delapan dari 18 calon siswa yang mendaftar di tempat pendidikan tersebut.
"Kami sangat kecewa kepada pihak sekolah karena tebang pilih menerima siswa dari warga sini," ujar Sukisno, salah satu warga setempat yang juga orang tua calon siswa yang mendaftar di sekolah, Selasa (11/7).
Padahal, lanjut Sukisno, pihak sekolah menjanjikan jika ada anak warga sekitar yang mendaftar bakal diterima. "Dulu ada perjanjian secara lisan antara warga sini dengan Diknas, kenapa sekarang hanya sebagian saja yang diterima, kami menagih janji itu," terangnya.
Apalagi, 10 dari 18 calon siswa yang tidak diterima itu terdapat keluarga ahli waris yang lahannya dihibahkan untuk dibangun gedung SMPN 2 Buduran. "Kami menagih itu, jangan tebang pilih," harapnya.
Sementara Sekeretaris Dikbud Sidoarjo Tirto Adi mengatakan pihaknya tidak bisa memutuskan atas tuntutan itu. "Kami akan komunikasikan dengan Bupati, nanti kami menunggu keputusan itu," ujarnya.
Tirto menilai, selama ini sudah sesuai prosedur melakukan penerimaan PPDB yang dilakukan secara online yang telah ditetapkan. "Semua sudah prosedur," ujarnya.
Pihak SMPN 2 Buduran, Sidoarjo tahun ajaran 2017 ini memiliki sebanyak 288 pagu. Namun pagu tersebut hanya tersisa delapan kursi, sehingga kursi yang kosong itu diisi dari warga setempat melalui jalur bina lingkungan yang jumlahnya 18 calon siswa yang mendaftar.
Sisa 10 calon siswa itu menjadi pemicu kemarahan warga setempat, apalagi jalur bina lingkungan sudah dijanjikan pihak sekolah setempat. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya