Tak terima bonus atlet sudah dibagi, pelatih dayung rusak aset KONI
Merdeka.com - Andi, pelatih dayung di Kabupaten Pesisir Selatan dilaporkan ke polisi akibat merusak sejumlah aset kantor di sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Jumat (26/1). Peristiwa tersebut terjadi Kamis (25/1) sekitar pukul 14.00 WIB, saat itu pelaku datang bersama seorang atlet.
Kedatangan pelaku untuk mengambil bonus atlet dan pelatih pada acara peringatan Haornas 2017. Baru tiba, Andi langsung menanyakan bonus atlet. Sedangkan bonus telah diberikan kepada masing-masing atlet yang bersangkutan.
"Dia tidak terima dengan kondisi itu, pelaku langsung meninju meja biro hingga bolong. Bahkan sambil berkata dengan nada mengancam, (Ang lai tau sia Den, ndak. Jan macam-macam Ang jo Den)," kata Ketua Bidang Hukum KONI setempat, Wisal Anpriadi.
Pelaku saat itu dengan menyampaikan perkataan arogan kepada Wakil Sekretaris III, Randhi Anggara yang diberi kewenangan menyerahkan bonus.
Lanjutnya, usai membentak sejumlah pengurus KONI yang ada di sekretariat dan merusak meja, pelaku kemudian pergi. Sekitar pukul 16.10 WIB, pelaku datang kembali bersama sejumlah temannya.
"Saat itu datang lagi, tapi bukannya minta maaf, tapi pelaku kembali merusak sejumlah aset KONI, di antaranya membanting tiga unit bangku hingga patah. Pelaporan ini bertujuan untuk menjaga marwah KONI Pessel sebagai induk olahraga di daerah ini," terangnya.
Ia berharap polisi segera mengusut tuntas aksi brutal pelaku. Sebab KONI Pessel tidak menginginkan kejadian yang sama terulang lagi.
"Usai memberikan keterangan, jajaran Kepolisian Pesisir Selatan langsung melakukan penyelidikan di TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. Semoga semua bisa berjalan sesuai proses,"pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya