Tak terima aturan baru, puluhan driver Gocar di Makassar turun ke jalan
Merdeka.com - Puluhan driver Gocar melakukan aksi unjuk rasa lantaran adanya perubahan kebijakan yang dikeluarkan PT Gojek Indonesia. PT Gojek Indonesia mengeluarkan skema baru untuk mendapatkan intensif, dari yang semula 14 trip akan mendapatkan Rp 325 ribu kini menjadi 16 trip untuk Rp 250 ribu.
Aksi para driver yang tergabung dalam Aliansi Driver Makassar itu digelar di tiga titik, yakni di pelataran Monumen Mandala di Jalan Jenderal Sudirman, kemudian kantor perwakilan Gojek regional Makassar di Jalan Bulu Kunyi. Dan terakhir di Gedung DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo.
Koordinator aksi, Hidayat Rachmat Ramli mengatakan, para driver merasa diperlakukan tidak adil dengan keluarnya skema intensif itu. Karena kini mereka harus bekerja ekstra untuk mendapatkan bonus yang lebih kecil dibanding sebelumnya.
"Berbeda dengan sekira 20 kota yang tersebar di Indonesia. Para drivernya bisa dapat insentif Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu hanya dengan 12 trip. Ini namanya tidak adil. Ada apa? Kenapa di Makassar diberlakukan tidak adil," katanya, Rabu (14/3).
Dia mengungkapkan, sempat ada pertemuan antara driver dengan manajemen PT Gojek regional Makassar. Dalam pertemuan itu, diungkapkan jika perusahaan sudah tidak mampu lagi memberikan insentif dengan skema awal. Sehingga diambil keputusan untuk menurunkan bonus dan meningkatkan kinerja para driver.
"Indikator perusahaan tidak mampu itu apa? Kalau sudah tidak mampu berkembang, pasti ada PHK atau pemotongan biaya-biaya operasional. Kenyataannya, yang terjadi adalah PT Gojek masih membuka peluang rekruitmen driver. Sehingga setiap hari kantor perwakilan selalu dipadati pendaftar. Itu artinya perusahaan tumbuh dengan baik. Bahkan laporan terakhir tahun 2017, perusahaan berkembang 80 persen," ujar Hidayat.
Sementara Acha, salah seorang driver lainnya mengatakan, kedatangan mereka di kantor PT Gojek perwakilan regional Makassar tidak disambut baik oleh manajemen. Kantor malah ditutup tanda mereka tidak berniat menerima aspirasi mitra-mitranya.
"Pihak manajemen harus menyadari bahwa tanpa mitra-mitranya di lapangan maka aplikasi online mereka hanya sebatas di alam maya. Kamilah yang membuat usaha onlinenya menjadi nyata tapi mengapa mereka menolak menerima aspirasi kami," tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya