Tak tahu diri, Tono gasak perabot hingga pagar besi rumah majikan
Merdeka.com - Tono (29), pemuda pengangguran yang dipercaya majikannya menjaga rumah sang majikan di kawasan peumahan elit di Jalan PM Noor, Samarinda, diringkus polisi. Dia menggasak barang majikannya hampir seisi rumah, untuk dijual kembali. Tono kini meringkuk di penjara polisi.
Tono diringkus Kamis (1/11) malam, masih di kawasan Jalan PM Noor. Kepolisian mengumpulkan sederetan barang bukti barang yang dicuri dari rumah majikan Tono, yang juga tak lain pemilik rumah hingga Jumat (2/11) malam kemarin.
"Pelaku ini mencuri satu persatu barang-barang majikannya di dalam rumah itu, dalam 3 bulan ini," kata Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Wawan Gunawan, dikonfirmasi Sabtu (3/11).

Tono gasak harta rumah majikan ©2018 Merdeka.com
Kasus itu terbongkar, setelah pemilik rumah, Darmono (44), meminta temannya, Sugeng (39), mengecek rumah yang dia titipkan kepada Tono. Setelah dicek, Tono tidak ada di rumah itu.
Setelah pintu yang dalam keadaan terkunci akhirnya dibuka paksa, diketahui barang-barang di rumah itu sudah tidak ada lagi. "Saksi (Sugeng) lapor ke kantor, dengan kerugian sekitar Rp 50 juta, kemudian kita lidik," ujar Wawan.
Penyelidikan polisi mengarah ke Tono, dan berhasil diringkus. Dia mengaku barang-barang curian di rumah majikannya, dia simpan di rumah temannya. Satu persatu, barang hasil curian berupa springbed, lemari, meja, perkakas dapur, motor, keramik, televisi, sangkar burung, pompa air, hingga pagar besi rumah, berhasil disita sebagai barang bukti.
"Kita tahan, kasusnya sedang kami kembangkan," sebut Wawan.
Ditemui merdeka.com, Tono mengakui perbuatannya. "Saya sudah tinggal di rumah itu 3 tahun, saya curi barang-barang selama 3 bulan, mau saya jual. Memang, saya disuruh jaga rumah, dan diminta bos jual rumah dengan isi-isinya. Bos saya pindah ke Jakarta," akunya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya