Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak segan bergaul dengan pelacur

Tak segan bergaul dengan pelacur Endang Rahayu S. merdeka.com/merdeka.com

Merdeka.com - Menjadi pelacur bagi mayoritas masyarakat Indonesia, mungkin dianggap pekerjaan hina dan keji. Rela menjual sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya, hanya demi lembaran uang atau kenikmatan sesaat.

Berbagai alasan diutarakan perempuan yang 'terpaksa' melacurkan dirinya. Mulai dari himpitan ekonomi, korban penipuan, hingga korban pemerkosaan.

Terhadap persoalan ini, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih tidak segan mencari akar persoalan. Dia menulis dalam bukunya Perempuan-perempuan Kramat Tunggak. Dalam bukunya, Menkes menemukan, selain faktor-faktor itu, ternyata banyak juga perempuan melacurkan diri karena disakiti oleh pasangannya, baik pacar maupun suami.

"Alasan lain yang banyak dikemukakan adalah disakiti pacar atau suami dengan persentase mencapai 24 persen dari jumlah pelacur yang ada di Jakarta," kata Endang.

Menarik untuk diperhatikan, walaupun di Indonesia menjadi pelacur jelas menyandang cap buruk di lingkungan masyarakat, iming-iming yang ditawarkan dalam bisnis 'daging mentah' ini cukup menggiurkan, tak sedetik pun perempuan secara terang-terangan menyukai pekerjaan ini atas kemauannya sendiri.

"Selain itu, hasil survei kami menunjukkan ternyata 15 persen juga berterus terang menjawab bahwa mereka menyukai pekerjaan itu," terangnya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP