Tak punya rumah, eks Gafatar 'terdampar' di Dinsos Purwakarta
Merdeka.com - Sebanyak 23 orang eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, masih tinggal di rumah penampungan Dinas Sosial setempat, sejak 13 Februari. Mereka bingung lantaran tak punya tempat tinggal, setelah harta benda mereka dijual buat berangkat ke Kalimantan.
"Kehidupan saya masa depan saya di sana ternyata dirampas. Saya sebenarnya juga enggak mau seperti ini, tapi ini adalah skenario pemerintah. Saya harus nuntut ke pemerintah bagaimana? Saya minta kehidupan layak, selayaknya manusia," kata seorang eks Gafatar, Tini, di Purwakarta, Selasa (23/2).
Para eks Gafatar ini menyatakan akan tetap tinggal di penampungan, jika mereka tidak kunjung diberi bantuan berupa modal dan uang kontrakan oleh Dinas Sosial.
"Teman-teman kami di daerah lain, di Indramayu, Karawang, dan Bekasi katanya sudah langsung difasilitasi. Dikasih uang gitu. Ya buat kontrakan, buat modal hidup," ujar Tini.
Mereka juga menuntut status kependudukan. Mengingat sebelum berangkat ke Kalimantan, mereka sudah membuat surat pindah dan tidak lagi sebagai warga Purwakarta.
"Tapi dengar-dengar katanya kami mau dikasih uang untuk tiga bulan, sama uang untuk usaha. Ya semoga segera cair," tutup Tini.
Dari 23 orang eks Gafatar, sepuluh di antaranya anak-anak, dan 13 orangtua serta kepala keluarga lainnya. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya