Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Punya Modal Kencan dengan Pacar Sejenis, Pria di Palembang Jambret HP Bocah SD

Tak Punya Modal Kencan dengan Pacar Sejenis, Pria di Palembang Jambret HP Bocah SD Pelaku jambret diamankan polisi. ©2021 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Hanya demi bisa mengajak jalan pacar sesama jenisnya, Agung Saputra alias Aang (26) nekat menjambret ponsel milik bocah SD. Pelaku ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku beraksi di Jalan Sanusi, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning, Palembang, Selasa (16/3) pagi. Ketika itu, pelaku dan pacarnya, Robi alias Rosa, baru saja membeli pulsa di konter HP tak jauh dari lokasi.

Begitu hendak pulang, pelaku melihat korban bermain ponsel di depan rumahnya bersama anak-anak yang lain. Tanpa pikir panjang, pelaku langsung mengambil paksa HP korban dan selanjutnya kabur menggunakan motor Honda Beat nomor polisi B 6880 WSI.

Tersangka Aang mengaku awalnya tak berniat melakukan aksi jambret, namun muncul setelah melihat kesempatan. Dia meminta pacarnya menunggu di motor saat beraksi.

"Saya lihat anak-anak main HP depan rumah, waktu itulah muncul niat menjambret, spontan saya lakukan," ungkap tersangka Aang di Mapolda Sumsel, Rabu (14/4).

Dikatakan, HP itu dia jual seharga Rp300 ribu yang dihabiskan untuk makan dan mengajak pacarnya jalan-jalan keliling kota. Dia mengaku sudah berencana memberikan kejutan kepada pria yang baru dipacarinya beberapa bulan itu.

"Semuanya untuk pacar saya, buat makan sama bisa jalan-jalan sama dia," kata dia.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Cristopher Panjaitan mengatakan, tersangka ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan, Selasa (13/4). Penangkapan berdasarkan petunjuk CCTV yang merekam aksi dan ciri-ciri pelaku.

"Videonya viral, kami terus selidiki dan berhasil ungkap identitas pelaku dan menangkapnya," ujarnya.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan Robi alias Rosa yang berstatus sebagai saksi. Dia disebut-sebut tersangka tak terlibat meski turut berada di TKP.

"Saksi masih kami mintai keterangan apakah terlibat atau tidak," kata dia.

Panjaitan mengimbau masyarakat untuk menjaga dan mengingatkan anak-anaknya agar tidak bermain ponsel di luar rumah. Sebab, kebiasaan itu justru sangat berbahaya, tak hanya barang, melainkan jiwa anak sendiri, ketika menjadi korban kejahatan.

"Kejadian seperti itu sering berulang, dan mestinya menjadi pelajaran bagi orang-orang tua lain agar tidak turut menjadi korban," kata dia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP