Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak punya biaya, ibu dan bayi di Buleleng tak diizinkan pulang RS

Tak punya biaya, ibu dan bayi di Buleleng tak diizinkan pulang RS Halimah tertahan di RSU Karya Dharma Husada Singaraja akibat biaya. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Sudah sembilan hari, Halimah (28) tertahan di RSU Karya Dharma Husada Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Dia tidak bisa pulang karena tidak punya biaya persalinan anak pertamanya.

Halimah pun tak henti menangisi nasibnya lantaran masih berada di rumah sakit. "Saya yakin Tuhan menolong anak saya," ungkap Halimah, di Buleleng Rabu (18/5).

Dia menceritakan, jika memiliki dana seharusnya sudah diperbolehkan pulang pada 11 Mei lalu. Namun karena tak sanggup membayar dia terpaksa berada di rumah sakit.

Suaminya, Warsono asal Bondowoso, Jawa Timur, mengaku tidak menggunakan jaminan sosial BPJS maupun JKBM lantaran tidak memiliki KTP Bali. "Kami baru setahun ada di Bali," kata Warsono.

Menurut Warsono, dirinya mesti memiliki dana Rp 9 juta agar istri dan anaknya bisa pulang. Namun, biaya itu pun diperkirakan terus bertambah.

"Terus masih di infus, pelayanan terus tapi itu dah biaya jadi numpuk, sekarang katanya sudah mencapai 9 juta rupiah, dimana cari uang. Saya ada KTP Jawa, tapi di sini gak bisa dipakai untuk dapat bantuan," tutur Warsono.

Warsono kini hanya berharap ada uluran tangan dari masyarakat yang membantu meringankan beban mereka. "Kami hanya berharap ada bantuan, agar istri dan anak saya bisa keluar," harapnya.

Sementara pihak RSU Karya Dharma Husada Singaraja, belum ada yang bisa dikonfirmasi. Melalui petugas keamanan mengatakan, pihak manajemen rumah sakit masih rapat.

"Ditunggu saja pak, masih rapat. Sudah saya sampaikan tadi, katanya di suruh nunggu," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP