Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak punya biaya, bocah penderita Cerebral Palsy terpaksa jalani terapi kubur diri

Tak punya biaya, bocah penderita Cerebral Palsy terpaksa jalani terapi kubur diri Warga Banten kubur anak karena tak punya biaya berobat. ©2018 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Merdeka.com - Warga Banten kubur anak karena tak punya biaya berobat

Ahmad Musofi, bocah berumur 6 tahun yang menderita Cerebral Palsy atau lumpuh otak, terpaksa menjalani terapi kubur. Sebab, orang tuanya tidak punya biaya untuk berobat secara medis.

Ahmad Musofi tidak bisa menggerakkan tubuhnya secara normal. Sehari-hari dia hanya terbaring di rumahnya yang tak jauh dari kantor Gubernur Banten, di Kampung Kedayon Desa Kemanisan Rt. 07 Rw. 02 Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten.

Karena tidak mempunyai biaya untuk berobat, Ahmad Musofi menjalani terapi dengan dikubur setengah badan di samping rumahnya.

"Sudah tiga mingguan (ofi) dikubur dan diurug tanah untuk mengobati penyakitnya," kata Solihin (38) orangtua Ahmad Musofi kepada wartawan.

Ahmad Solihin yang sehari-hari mengajar ngaji di lingkungannya, mengaku, biasanya dia selalu membawa anaknya berobat ke rumah sakit. Namun karena tak punya biaya, dia terpaksa mencari cara lain.

warga banten kubur anak karena tak punya biaya berobat

"Biasanya sih saya bawa berobat dan terapi ke rumah sakit, tapi sudah tiga bulan terakhir ini ofi (Musofi) tidak berobat dan terapi lagi karena keterbatasan biaya" ujar solihin.

Solihin menceritakan, dulu Musofi menjalani berobat dan terapi dengan biaya dari hasil berdagang telor asin. Tapi kini usaha tersebut sudah bangkrut. Sehingga Solihin tidak berjualan lagi.

Solihin hanya bisa pasrah dengan kondisi anak lelakinya yang kini tidak bisa berobat dan terapi karena tak memiliki biaya serta ongkos transportasi.

"Bukannya tidak ingin mengajak anaknya berobat dan terapi, tapi karena keadaan ekonomi dan sekarang sudah tidak berdagang sehingga tidak ada penghasilan lagi. BPJS sebenarnya punya, tapi sudah lama tidak sanggup lagi untuk membayarnya,semoga ada dermawan yang mampu membantu pengobatan anak kami," ujarnya.

Mirisnya, keluarga tersebut sudah 10 tahun tak memiliki air dan MCK. Hingga saat ini air untuk kebutuhan sehari-hari diperoleh dari tetangga.

"Air untuk keperluan sehari-hari saya minta ke tetangga. Pengen sih punya air, ngebor lah. Tapi tidak punya uang," kata dia.

Melihat kondisi tersebut, Bakja Kudrata Relawanan FBN melakukan penggalangan dana selain untuk pengobatan Musofi. Dana yang dikumpulkan untuk membuatkan sumber air dan juga membangun MCK.

"Menyikapi hal tersebut, kami bersama teman-teman FBN, melakukan penggalangan dana. Untuk membuatkan sarana air bersih, MCK dan bagaimana caranya untuk ofi agar bisa kembali berobat ke rumah sakit bukan diterapi kubur lagi," jelas Bagja.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP