Tak mau bayar usai pijat, seorang pemuda ngamuk dan ngaku polisi
Merdeka.com - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Palu, Sulawesi Tengah meringkus pemuda karena membuat keributan di sebuah kafe dan panti pijat di Jalan Sisingamangaraja. Bukan hanya itu, pria yang bernama Fat ini juga mengaku sebagai polisi untuk membela diri.
Kepala Polres Palu AKBP Basya Radyananda mengatakan keributan tersebut terjadi pada Sabtu (9/5) sekitar pukul 04.00 Wita. Awalnya, Fat yang mabuk karena pengaruh minuman keras tidak bersedia membayar makanan dan minuman serta jasa panti pijat di tempat tersebut.
Hal itu kemudian memicu amarah dari pengelola kafe dan pengunjung, sehingga terjadi keributan. Dalam situasi tersebut, Fat mengaku sebagai anggota Polri bagian Reserse Kriminal Polres Palu.
Beberapa warga yang merasa terganggu pun segera menghubungi polisi. Fat kemudian diamankan polisi dan diperiksa identitas dirinya.
Saat digeledah, polisi menemukan kartu anggota Polri atas nama Fat yang bertuliskan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Resor Palu Satuan Reserse Intelkomsel dalam dompetnya. Karena identitas itu diduga kuat palsu dan disalahgunakan, Fat kemudian digelandang polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Demikian pula jika ada oknum anggota polisi yang berbuat onar. Segera lapor untuk ditindaklanjuti," kata Basya, dilansir Antara, Rabu (13/5). (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya