Tak mampu bayar Rp 2 juta, napi Rutan Pekanbaru tidur di kamar mandi
Merdeka.com - Air mata menetes di pipi Susanti saat ditemui wartawan di halaman Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Senin (8/5). Dengan terbata-bata, dia menceritakan nasib anaknya, Reza yang ditahan di rutan tersebut. Ceritanya itu sekaligus membongkar praktik nakal petugas rutan Sialang Bungkuk.
Dia menuturkan, keluarga harus membayar Rp 2 juta untuk mendapatkan kamar tidur bagi Reza. Hatinya teriris mendengar nasib anaknya di balik jeruji besi.
"Kemarin anak saya telepon, katanya tidur di kamar mandi karena tidak bayar Rp 2 juta. Kalau mau dapat kamar ya harus bayar," kata Susanti sambil menghapus air matanya.
Susanti melanjutkan, uang itu sebagai syarat bagi narapidana dan tahanan yang mau mendapatkan tempat tidur lebih layak.
"Petugas rutan bilang ke anak saya, kamar harus bayar Rp 2 juta, saya tidak punya uang sebanyak itu. Karena saya kerja hanya sendiri untuk mencukupi kehidupan keluarga," kata Susanti.
Reza merupakan narapidana kasus penjambretan yang divonis hakim selama 2 tahun penjara. Dia ikut kabur bersama ratusan napi dan tahanan Rutan Sialang Bungkuk setelah bentrok dengan sipir penjaga.
Bukan hanya Reza, tarif tersebut berlaku untuk semua napi dan tahanan. Hal itu yang menyebabkan ratusan tahanan unjuk rasa dan kabur dari rutan. Sekarang Reza dipindahkan ke Lapas Pasir Pengarayan Kabupaten Rokan Hulu. Jarak tempuh dari Pekanbaru mencapai 5 jam.
"Saya ingin jumpa petugas Rutan agar anak saya dikembalikan saja ke Rutan sini," ucap Susanti.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya