Tak ikut upacara, siswa SMP dilempar tempat sampah oleh guru
Merdeka.com - Tri Aji Bayu Seto (15), harus dirawat di Rumah Sakit Panti Walluyo, Solo akibat dilempar ke tempat sampah plastik oleh gurunya sendiri, Senin (17/11). Lemparan gurunya mengenai dahi siswa SMP Negeri 3 Nguter, Sukoharjo tersebut hingga jatuh tersungkur. Tri harus mendapatkan perawatan karena diduga mengalami gegar otak akibat benturan kepala saat terjatuh.
Susilo, kerabat korban membenarkan kabar tersebut. Namun saat ini pihak keluarga fokus pada kondisi kesehatan korban. Pasalnya, korban mendapat luka yang cukup serius di dahinya hingga membekas.
"Tri kondisi saat kita bawa ke RS sempat mengalami muntah-muntah dalam perjalanan," ujarnya.
Susilo mengatakan saat ini pihaknya hanya berkonsenterasi terkait kesembuhan Tri. Yang penting bagi keluarga, lanjut Susilo, Tri bisa pulih kesehatannya. Ia mengkhawatirkan, keponakannya itu terkena gegar otak.
Kepala Desa Daleman Sudarman mengemukakan ia mengetahui kejadian yang menimpa warganya tersebut dari laporan yang diterimanya, Sesuai laporan, korban mengalami luka di bagian dahi.
"Katanya ada seorang guru yang emosi dan melempar tempat sampah plastik ke arah korban dan teman-temannya pada Senin (17/11) pagi," katanya.
Saat itu, lanjut Sudarman, di Sekolah Tri akan ada upacara bendera. Namun saat upacara akan dimulai, korban dan teman-temannya bergerombol di depan kelas dan tidak segera masuk ke lapangan.
Salah seorang guru, Budi Santoso beberapa kali memperingatkan mereka agar segera masuk ke lapangan, namun peringatan itu tidak digubris. Hingga akhirnya sang guru emosi dan melemparkan tempat sampah ke arah mereka.
Nahas tempat sampah tersebut tepat mengenai dahi korban. Hingga korban terjatuh dan kepalanya membekas salah satu sudut tempat sampah. Sementara itu sang guru, Budi Santoso sampai saat ini belum bisa dihubungi. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya