Tak hanya ke Polda Metro, Ahok juga dilaporkan ke Bareskrim
Merdeka.com - Sejumlah warga uang terdiri dari 10 elemen masyarakat melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Bareskrim Polri. Ahok dilaporkan atas dugaan penistaan agama.
Muhammad Linggat Afriyadi salah satu dari elemen masyarakat itu mengatakan laporan mengacu pada pelanggaran Undang-undang (UU) ITE. Di mana dalam sebuah video yang diunggah di youtube itu, Ahok dianggap telah melakukan pencemaran dan penghinaan agama.
"Kami mendasarkan pada Pasal 256 huruf a, juncto Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Karena tindakan yang disampaikan dan unggah di youtube," kata dia di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (7/10).
"Kedua muatan atau kontennya berbau tentang pencemaran dan penghinaan yang dispesifikkan pada agama tertentu," timpal dia.
Oleh karena itu, Linggat bersama warga yang tergabung dalam elemen tersebut mengaku akan mensomasi Ahok. Dia menegaskan, semua elemen masyarakat akan bersatu melawan Ahok.
"Jangankan menyentuh bayangan, mengusik ayatnya kami akan bersatu. Kami mensomasi Ahok untuk tidak lagi bertutur kata seperti demikian," pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman menampilkan Ahok tengah mempromosikan programnya di Kepulauan Seribu. Dalam rekaman tersebut, Ahok tidak mempermasalahkan kalau warga DKI tidak memilihnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI yang akan diselenggarakan pada 2017 mendatang.
Namun, Ahok mengatakan kalau warga jangan terpengaruh dengan isi yang ada dalam surat Al Maidah tersebut. Dalam percakapan di video itu, Ahok minta warga Kepulauan Seribu jangan mau dibohongi pakai surat Al Maidah.
"Saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi enggak usah pikiran, 'ah, nanti kalau enggak kepilih pasti Ahok programnya bubar'. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, 'karena saya takut masuk neraka', dibodohin gitu ya. Enggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja," cakap Ahok dalam video itu.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya