Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak dinafkahi lahir batin, Sumiarti malah ditodongkan pistol mertua

Tak dinafkahi lahir batin, Sumiarti malah ditodongkan pistol mertua penodongan. shutterstock

Merdeka.com - Sudah lebih dari 6 bulan Ni Wayan Sumiarti (25) tidak mendapatkan nafkah lahir batin dari suaminya. Dia pun akhirnya memilih pulang ke rumah di desa Ban, Kubu Karangasem, Bali.

Malangnya, baru juga tiba di rumahnya sambil menggendong anaknya yang baru berumur 1,5 tahun. Sumiarti yang kabur dari rumah dijemput oleh suaminya Putu Budiarta (27) dan mertuanya I Wayan Sumerta yang juga berasal dalam satu desa beda dusun.

Saat dijemput, Sumiarti sempat cekcok dengan mertuanya. Dia mengaku untuk apa kembali, kalau tidak pernah dinafkahi. Tidak hanya itu dirinya yang selalu mendapati suaminya pulang malam dalam keadaan mabuk berat dan langsung tidur.

"Saya sudah tidak pernah diberikan kehangatan selama 6 bulan. Kalaupun pernah seperti diperkosa rasanya, dipaksa dan disiksa," ungkapnya di hadapan Polisi di Polsek Kubu, Senin (30/3) Karangasem, Bali.

Dalam laporannya, saat berkeluh kesah dengan mertuanya itu. Bukannya perhatian yang didapat, tetapi mertuanya langsung mengambil pistol dalam tas dan mengokangnya di depan wajahnya. "Saya gemetaran pak, saya mau mati saja rasanya. Saya mau mertua dan anaknya yang bejat (suaminya) ditangkap," ucapnya memohon, saat melaporkan apa yang dialaminya di hadapan polisi.

Aiptu Ketus Dasta, Humas Polres Karangasem meyakinkan bahwa laporan soal pengancaman dengan senpi, telah didengarnya. Bahkan petugas Polsek Kubu telah melakukan penindakan dengan mengamankan pelaku dan barang bukti.

"Sejumlah anggota bersama Intel kodim juga ikut dalam penggeledahan di rumah pelaku. Saat ini kasusnya sudah ditangani untuk proses penyidikan lebih lanjut, senpi berupa pistol sudah diamankan," terangnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP