Tak cuma temani nyanyi, gadis PL juga bisa dibooking
Merdeka.com - Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengamankan tujuh pekerja seks komersial (PSK) di bekas lokalisasi Kalisari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Selain itu, enam pemandu lagu (PL) di Centro Cafe juga turut diciduk.
Menurut Kepala Kantor Satpol PP Pemkab Bojonegoro Kusbiyanto, hal tersebut dilakukan dalam operasi rutin menjelang Pemilu 2014.
"Penertiban yang kami lakukan sebagai usaha menciptakan suasana aman menjelang pemilu 2014," kata Kusbiyanto, Sabtu (1/2). Seperti dikutip Antara.
Dia menambahkan, tujuh PSK dan enam PL yang berhasil diamankan pada Jumat (31/1), hanya didata dan diberi pembinaan. Mereka tidak diproses secara hukum.
"Mereka kami minta membuat pernyataan tidak mengulang perbuatannya lagi. Mereka melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang prostitusi," tegasnya.
Kusbiyanto melanjutkan, enam PL di Centro Cafe diamankan karena yang bersangkutan juga berprofesi ganda bekerja sebagai PSK.
"Kita juga melakukan operasi di sejumlah cafe yang ada di Bojonegoro, tapi yang berhasil di amankan enam purel itu, di antaranya, ada yang masih di bawah umur," jelasnya.
Dirinya juga memperkirakan, di bekas lokalisasi Kalisari banyak beroperasi PSK yang datang dari berbagai daerah. Selain itu, ketika operasi banyak yang berlarian ke sawah, sehingga yang diamankan hanya tujuh PSK.
Pemkab, katanya, akan terus menggelar operasi penertiban PSK di daerahnya. Sebabkan banyak cafe yang bermunculan juga dimanfaatkan sebagai ajang prostitusi.
"Mereka rata-rata pendatang dari luar, seperti Nganjuk, Tuban, Madura, juga lokal Bojonegoro," ujarnya.
Di lain pihak, Satpol PP juga puluhan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di dalam alun-alun kota. Sebab, rencananya Pemkab bakal membangun Masjid Darussalam.
"Jumlahnya ada puluhan PKL yang kita suruh meninggalkan lokasi berjualan di alun-alun," ucapnya.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya