Tak ada tiket pesawat murah, bikin pariwisata di Bali lesu
Merdeka.com - Kebijakan penghapusan tiket pesawat murah yang diambil Kementerian Perhubungan sangat dirasakan bagi pariwisata Bali. Tidak bisa dipungkiri, kendati Bali masih dilirik dunia namun tetap mengobral tiket murah untuk datang ke Bali. Dampaknya, perang tarif makin menggila di sejumlah hotel khususnya di wilayah Kuta.
Ketua PHRI Badung Agung Ray Suryawijaya, mengakui kelesuan para pemilik hotel. Selain tamu sepi, banyak kebijakan yang merugikan pariwisata di Bali.
"Kebijakan larangan rapat di hotel bagi pemerintahan, juga berpengaruh sekali. Ditambah lagi dengan kebijakan pencabutan tiket murah," ujar Agung Ray Suryawijaya, Selasa (13/1) di Denpasar Bali.
"Lho ada sekelas hotel bintang di Kuta yang menjual jauh dari rata-rata sekelas melati," imbuhnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra juga menyampaikan hal yang tak jauh berbeda. "Saya pikir ada pengaruhnya sedikit, namun tidak sampai merugikan Bali," tuturnya.
Yuniartha mengatakan, Bali memiliki taksu atau semacam daya tarik spiritual, sehingga menyebabkan orang-orang tetap ingin datang ke Bali. "Mudah-mudahan tidak terjadi penurunan yang berarti. Untuk awal tahun hingga pertengahan Februari memang musim tamu sepi. Itu biasa," Yakinnya.
Dirinya meyakinkan bahwa kebijakan penghapusan tiket murah, tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Bali. Kalaupun ada pengaruh, diyakini hal tersebut tidak akan berlangsung lama serta tidak akan merugikan pariwisata Bali.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya