Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak ada saksi mata, penyidik kesulitan usut pembantai keluarga Tasir

Tak ada saksi mata, penyidik kesulitan usut pembantai keluarga Tasir Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Polres Banyuasin dan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembantaian Tasir (65) dan empat anggota keluarganya. Penyelidikan mengalami kesulitan karena tidak menemukan saksi yang melihat langsung kejadian.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova mengungkapkan, rumah korban berada di pedalaman dan di tengah sawah. Sehingga warga di kampung korban tidak mendengar atau mengetahui peristiwa itu secara langsung.

"Jarak rumah antar waktu cukup jauh, di persawahan. Tidak ada saksi mata yang melihat langsung, ini salah satu kendala yang dihadapi," ungkap Djarod, Kamis (19/5).

Selain itu, kata dia, jarak antara penemuan mayat dan laporan kehilangan keluarganya cukup lama, sekitar tiga hari.

"Tapi kendala itu menjadi tantangan penyidik menyelidikinya. Mudah-mudahan dalam waktu secepatnya bisa terungkap," ujarnya.

Seperti diketahui, warga Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin, Sumatera Selatan, dalam empat hari terakhir dihebohkan dengan penemuan lima mayat yang mengapung di anak Sungai Musi. Setelah diselidiki, para korban merupakan satu keluarga.

Mereka adalah Tasir bin Sarat (65), Topiah (60), Kartini binti Tasir (37), Winarti binti Tasir (14), dan Ariyam binti Tasir (6). Semuanya tinggal di Jalur 16, Desa Indrapura, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP