Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Ada Penurunan Debit Air Laut di Tasik Selatan dan Pangandaran

Tak Ada Penurunan Debit Air Laut di Tasik Selatan dan Pangandaran Photo news Pantai Watu Ulo dan Papuma. ©2014 Merdeka.com/Yoga dan Dwi

Merdeka.com - Kawasan pantai Pangandaran pasca terjadinya gempa di wilayah Banten dengan kekuatan magnitudo 7,4, sempat menimbulkan kepanikan warga. Namun saat ini situasi dan kondisinya dipastikan aman namun tetap waspada.

Wakapolres Ciamis, Kompol Wira Sutriana menyebut, saat ini TNI, Polri, BPBD, Basarnas dan unsur SAR terus melakukan monitoring wilayah pasca terjadinya gempa dan peringatan tsunami dari BMKG. "Tadi memang sempat terjadi kepanikan dari warga saat terjadi gempa. Kalau sekarang sudah normal biasa lagi namun tetap waspada," katanya, Jumat (2/8).

Ia menyebut bahwa Polres Ciamis menyiagakan anggotanya untuk memantau perkembangan di sekitar laut Pangandaran. "Kita siaga penuh sampai kondisi dinyatakan aman," katanya.

Sementara itu, Badan SAR Nasional Kantor SAR Bandung, memastikan kondisi pantai selatan Tasikmalaya dan Pangandaran aman, namun waspada pasca gempa dengan kekuatan M 7,4 di Banten. Meski demikian, sejumlah personel disiagakan di sekitar pantai untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Humas Kantor SAR Bandung, Jhosua Banjarnahor menyebut bahwa hingga saat ini tidak ada penurunan debit air di sekitar pantai selatan Tasikmalaya dan Pangandaran. "Warga juga tidak dievakuasi, tapi ada beberapa di antara mereka yang memilih mencari tempat yang lebih tinggi," ujarnya, Jumat (2/8).

Di sekitar pantai sendiri, disebut Jhosua, pihaknya bersama sejumlah potensi SAR melakukan pemantauan secara khusus untuk mengantisipasi perkembangan. Namun menurutnya jika melihat potensi, wilayah selatan Tasikmalaya dan Pangandaran memiliki rasio kecil untuk tsunami sehingga warga pun tidak disarankan dievakuasi.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP