Tactical Floor Game, Cara Polda Jatim Cek Kesiapan Penerapan PSBB
Merdeka.com - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di 3 wilayah di Jatim, yakni Surabaya, Sidoarjo dan Gresik akan dimulai Selasa (28/4) besok. Terkait dengan pelaksanaan itu, Polda Jatim pun menggelar Tactical Floor Game (TFG).
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, mengatakan Tactical Floor Game bertujuan mensimulasikan pergerakan dari masyarakat, maupun penempatan petugas, melalui sebuah peta yang diletakkan di lantai.
"Kami melakukan tactical floor game, melihat bagaimana kesiapan tiga wilayah ini untuk melaksanakan PSBB," katanya, Senin (27/4).
Dia menambahkan, dalam pelaksanaan PSBB ini, pihaknya bersama dengan TNI dan unsur lainnya, akan melakukan penerapan sesuai dengan peraturan Gubernur yang telah ditandatangani, serta peraturan Wali Kota maupun Bupati yang telah ada.
Kesiapan personel sendiri, katanya, ada sekitar 4.312 petugas gabungan yang turut serta melaksanakan tugas dalam PSBB.
"Jumlah personel ada 4.312 yang terdiri dari petugas gabungan. Mereka akan melaksanakan penerapan PSBB," ujarnya.
Selain kesiapan personel, Luki juga menerangkan terkait dengan kesiapan dapur umum yang tersebar di sejumlah wilayah di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Dari 3 wilayah itu, di perbatasan kota setidaknya akan ada 21 dapur umum yang akan menyuplai kebutuhan masyarakat.
"Dapur umum itu konsepnya nanti, makanan akan kita kirimkan ke rumah-rumah, di mana kita sudah ada datanya, siapa saja yang akan menerimanya. Pada prinsipnya kita sudah siap," tegasnya.
Ia pun berharap, agar PSBB yang mulai dilaksanakan besok bisa berjalan lancar dan efektif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jatim. Untuk itu, ia pun meminta pada masyarakat untuk patuh terhadap aturan PSBB ini.
"PSBB ini bukan pelarangan, tapi pembatasan. Oleh karenanya, pada kondisi tertentu, seperti adanya pasar yang bukanya malam, atau kendaraan pengangkut kebutuhan bahan pokok, kita masih perbolehkan untuk beraktivitas," ucapnya.
Dikonfirmasi soal sanksi dalam penerapan PSBB nanti, Luki menyatakan, jika pihaknya akan lebih menerapkan imbauan maupun teguran pada masyarakat. Namun, apabila sudah menjurus pada tindak pidana, maka pihaknya akan bersikap tegas.
"4 hari lagi nanti akan kita evaluasi. Namun yang jelas kita imbau pada masyarakat untuk mematuhi PSBB ini, tapi tetap jangan panik. Namun, kalau ada yang bertindak di luar batas, seperti trek-trekan kemarin itu, tentu kami akan tindak tegas," ungkapnya.
PSBB sendiri di 3 wilayah di Jatim, yakni, Surabaya, Gresik dan Sidoarjo akan diterapkan mulai Selasa (28/4) besok hingga 11 Mei mendatang. Ketiga wilayah ini pun memberlakukan aturan pembatasan jam malam untuk warga.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya